Sunday, October 30, 2011

Tes Kesehatan Dasar untuk Melihat Kondisi Tubuh Sehari-hari


Berbagai jenis penyakit kronis seperti gangguan jantung serta diabetes bisa dicegah melalui pemeriksaan rutin. Pemeriksaan-pemeriksaan sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut adalah sebagai berikut.



Beberapa jenis pemeriksaan penting dan cara mengartikannya adalah sebagai berikut, seperti dirangkum dari medicinenet, constipationadvice dan healthandage, Selasa (25/10/2011).

1. Gula darah
Pemeriksaan gula darah secara rutin perlu dilakukan oleh siapapun yang memiliki faktor risiko untuk terkena diabetes. Idealnya pemeriksaan dilakukan di laboratorium sebanyak 2 kali yakni setelah berpuasa 8 jam dan sesudah makan. Namun pemeriksaan juga bisa dilakukans endiri di rumah dengna alat-alat yang banyak dijual, dengan diambil kadar rata-rata.

Kadar gula darah dikatakan normal jika angkanya 70-99 mg/dL, dengan catatan diukur setelah puasa atau tidak makan selama 8 jam. Kadar gula darah yang diukur 2 jam setelah makan dikatakan normal jika berkisar antara 70-145 mg/dL, sedangkan jika mengabaikan jadwal makan maka rentang normalnya adalah 70-125 mg/dL.

2. Kolesterol
Pemeriksaan kadar kolesterol dilakukan dengan tes darah, baik di laboratorium maupun di rumah dengan alat sendiri. Ada 3 komponen lemak darah yang diperiksa yakni Low Density Cholesterol (LDL) atau lemak jahat, High Density Cholesterol (HDL) atau kolesterol baik dan trigliserida.

Komposisi lemak dalam darah yang ideal adalah sebagai berikut:
  • Lemak total kurang dari 200 mg/dL
  • LDL (kolesterol jahat) di bawah 100 mg/dL
  • HDL (kolesterol baik) di atas 60 mg/dL
  • Trigliserida di bawah 150 mg/dL
3. Tekanan darah
Pemeriksaan tekanan darah sangat penting karena hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama pada stroke dan serangan jantung. Ada 2 komponen tekanan darah, yakni sistolik (saat jantung memompa) dan diastolik (saat jantung relaksasi). Misalnya jika dinyatakan tekanan darah 120/80 maka artinya tekanan sistoliknya 120 mmHg dan diastoliknya 80 mmHg.

Penafsiran hasil pemeriksaan tekanan darah adalah sebagai berikut
  • 120/80 artinya normal
  • 120/80 – 139/89 artinya prahipertensi
  • 140/90 – 159/99 artinya hipertensi stadium 1
  • 160/100 ke atas artinya hipertensi stadium 2
4. Hemoglobin
Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) atau zat merah darah dilakukan untuk mengetahui kondisi anemia (kurang darah) maupun polisistemia (kelebihan sel darah merah). Biasanya, pemeriksaan Hb sudah menjadi satu paket dalam pemeriksaan darah lengkap.

Kadar Hb yang normal pada berbagai usia adalah sebagai berikut.
  • Bayi baru lahir: 17-22 g/dL
  • Bayi 1 pekan: 15-20 g/dL
  • Bayi 1 bulan: 11-15 g/dL
  • Anak-anak: 11-13 g/dL
  • Laki-laki dewasa: 14-18 g/dL
  • Perempuan dewasa: 12-16 g/dL
  • Laki-laki di atas usia paruh baya: 12,4-16,9 g/dL
  • Perempuan di atas usia paruh baya: 11,7-13,8 g/dL
5. Berat badan
Pengukuran berat badan sangat mudah dilakukan, karena hanya membutuhkan alat timbangan. Yang agak rumit adalah menghitung perbandingannya dengan tinggi badan untuk mendapatkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus sebagai berikut: IMT = (berat badan / tinggi badan dikuadratkan)

Angka IMT yang didapatkan bisa diartikan sebagai berikut:
  • IMT 18,4 ke bawah artinya underweight atau terlalu kurus
  • IMT 18,5-24,9 artinya berat badan ideal
  • IMT 25-29,9 artinya overweight atau kelebihan berat badan tetapi belum obesitas
  • IMT 30-39,9 artinya obesitas
  • IMT 40 ke atas artinya obesitas parah dan berisiko tinggi terkena diabetes
6. Lemak tubuh
Di laboratorium, komposisi lemak tubuh diukur dengan kaliper (seperti jangka sorong) yang dijepitkan pada lipatan kulit sehingga bisa diperkirakan perbandingan antara massa lemak dengan massa otot. Namun di beberapa tempat fitness, komposisi lemak tubuh diukur dengan cara yang lebih praktis yakni dengan berdiri di alat khusus yang mengalirkan gelombang elektrik untuk mendeteksi lemak.

Kadar lemak tubuh yang dikategorikan normal pada laki-laki adalah sekitar 15 persen, sedangkan pada perempuan angkanya 25 persen. Dibandingkan yang ada di bawah kulit (lemak subcutan), kelebihan lemak di organ dalam (lemak visceral) umumnya lebih berhubungan dengan risiko serangan jantung, sindrom metabolik dan diabetes.

7. Tes urine
Kondisi urine bisa memberi gambaran tentang kondisi ginjal dan saluran kemih. Sedikitnya ada 100 pemeriksaan yang bisa dilakukan dengan urine, namun yang paling sering digunakan adalah kadar keasaman (pH), kandungan protein dan mikrobiologi.

Normalnya pH urine berkisar antara 4,6-8,0 dan tidak mengandung mikroba maupun bercak darah dan berbagai macam protein. Jika ada kelainan pada hasil pemeriksaan lab, maka kemungkinan besar ada infeksi di saluran kemih atau reaksi radang di ginjal.

No comments:

Post a Comment