Tuesday, November 1, 2011

STROKE INFARK & IMPLIKASINYA

STROKE INFARK
Stroke yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak sehingga bagian otak tersebut mengalami infark. Penyebabnya paling sering berupa sumbatan pembuluh darah oleh trombus atau emboli.
Stroke Infark berdasarkan etiologinya dibedakan menjadi :
Stroke Infark Arterotrombotik dan Stroke Infark Cardio emboli.

A. Stroke Infark Arterotrombotik
Berdasarkan patogenesisnya, dibedakan menjadi Stroke Infark Arterotrombotik Insitu dan Arteri to Arteri.
Manifestasi klinis :
- Terjadi pada saat aktivitas ringan
- Tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (TTIK)

Stroke Infark Arterotrombotik Insitu
Terjadi pada orang tua dengan atau tanpa Hipertensi dan pasien DM.
Patogenesis pada pasien Hipertensi :
Pembuluh darah pasien Hipertensi mudah mengalami perlukaan. Pada lokasi perlukaan tersebut mudah membentuk trombus yang dapat berasal dari deposit lemak, sel-sel darah, dan komponen darah lainnya. Suatu saat akibat aliran darah yang kencang, trombus tersebut dapat terlepas mengikuti aliran darah dan akan menyumbat lumen pembuluh darah yang sesuai dengan besarnya trombus.
capture2
Patogenesis pada pasien DM :
Pembuluh darah pasien DM dapat mengalami “arterosklerotik” sehingga mengganggu fungsi autoregulasi vaskular (kemampuan berdilatasi dan berkonstriksi secara simultan). Autoregulasi pada orang normal bernilai 53 cc/100g/menit. Pada pasien DM autoregulasi tersebut dapat menurun. Jika penurunan mencapai 18 cc/100g/menit maka terjadi Brain Electrical Failure, jika mencapai 15 cc/100g/menit terjadi Evoke Potensial , jika mencapai 10 cc/100g/menit maka terjadi Ionic Failure.

Penurunan autoregulasi sampai sekitar 10-15 cc/100g/menit menyebabkan terbentuknya “Penumbra” dalam waktu 3-6 jam, yaitu jaringan neuron yang tidak berfungsi lagi. Maka waktu 3-6 jam tersebut menjadi “Therapeutic Window” karena jika terapi dilakukan dalam jam ini dapat memberikan prognosis yang baik.
capture14
Apabila penurunan autoregulasi mencapai < 10 cc/100g/menit maka dapat terjadi peningkatan drastis kadar Ca ekstrasel dan K intrasel. Sehingga dapat merusak Retikulum Endoplasmik yang mengakibatkan gangguan mitokondria sehingga menyebabkan asidosis dan kematian sel.

Stroke Infark Arterotrombotik Artery To Artery
Terjadi pada orang muda (usia < 60 th) dengan Hipertensi.
Patogenesis :
Perlukaan pembuluh darah terjadi pada percabangan a.carotis communis yang kemudian menjadi lokasi pembentukan trombus. Akibat aliran darah yang kencang dari jantung membuat trombus terlepas dan menyumbat lumen pembuluh darah yang sesuai.
Maka, penting untuk ditemukan tanda dari “stenosis a.carotis” berupa “Bruit Carotis” yang dapat didengar melalui “Bell stetoskop”.

B. Stroke Infark Cardioemboli
Terjadi pada pasien dengan Tensi normal atau Hipertensi ringan. Umumnya pada pasien dengan gangguan irama jantung karena gangguan katup, banyak pada pasien mitral stenosis (MS) dan mitral insufisiensi (MI).
Patogenesis :
Pada pasien dengan gangguan katup jantung terjadi benturan / “injury” antara sel darah yang masuk ke ventrikel kiri dan sel darah yang tidak seluruhnya dipompa jantung. Akibatnya terbentuk trombus di sekitar katup, ruang dan dinding jantung. Kemudian karena tekanan pompa jantung yang tinggi, trombus tersebut keluar dengan tekanan yang tinggi sebelum akhirnya menyumbat lumen pembuluh darah.

Manifestasi Klinis :
- Nyeri kepala ringan
- Kadang disertai penurunan kesadaran (umumnya s/d dan peningkatan tekanan intrakranial
- Terjadi pada saat aktivitas ringan-sedang
Tanda Klinis Cardioemboli : ditemukan ‘Pulsus Defisit”, yaitu perbedaan antara Heart Rate dengan denyut nadi mencapai > 10.

IMPLIKASI KLINIS PASIEN STROKE
- Amaurosis Fugaks, terjadi jika lesi terjadi di a.ophtalmica yang merupakan bagian dari sistem carotis.
- Black Out, terjadi jika lesi di sekitar a.basilaris yang merupakan sistem vertebrobasiler.
- Hemianopsia Homonim, terjadi jika lesi di a.cerebri posterior (ACP) karena memperdarahi lobus occipitalis yang terdapat area Brodman 17.
- Hemiparesis, terjadi jika lesi di a.cerebri media (ACM) dan a.cerebri anterior (ACA). ACM memperdarahi lobus temporal yang mengatur motorik lengan, sedangkan ACA memperdarahi lobus frontal yang mengatur motorik tungkai.
- Hemiplegia atau kelumpuhan ekstremitas kontralateral lesi yang memiliki dominasi yang sama antara ekstremitas atas dan bawah, terjadi jika lesi terjadi di daerah sub kortikal atau di sekitar kapsula interna.
- Hemiparesis dominasi lengan, terjadi jika lesi di lobus temporal daerah kortikal.
- Hemiparesis dominasi tungkai, terjadi jika lesi di lobus frontal daerah kortikal.

No comments:

Post a Comment