Sunday, November 6, 2011

Penyakit cacingan




Cacingan dalam istilah sehari-hari, adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh.

Penyebab kecacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular.

Mungkin anda mengira hanya anak kecil saja yang dapat terkena cacingan. Itu salah, sebetulnya orang dewasa juga dapat terkena cacingan. Karena mungkin banyak orang dewasa yang tidak mengetahui tentang gejala dan penyebab cacingan di tubuh. Hal ini sebetulnya tidak sampai berdampak dengan kematian, akan tetapi kesehatan penderita cacingan dapat terganggu dan dapat menyebabkan timbul penyakit.

Bagaimana orang dewasa terkena cacingan? Disetiap kita makan mungkin kita tidak mengetahui apakah makanan tersebut higenis atau bersih. Kebanyakan telur cacing biasanya tidak sengaja tertelan bersamaan dengan sayuran atau buah-buahan yang tidak bersih. Kemudian berkembang di dalam usus manusia dan menyebabkan cacingan. Pada orang dewasa cacing yang umumnya menyerang adalah cacing cambuk (Trichuris trichiura) Serta cacing gelang (Ascaris lumbrocoides).

Cacing cambuk (Trichuris trichiura) biasanya akan berkembang di usus besar dan usus halus. Penderita yang terserang cacing ini biasanya mengeluhkan nyeri di perut sebelah kiri dan diare kronis hingga dua minggu lamanya. Sedangkan cacing gelang (Ascaris lumbrocoides) umumnya berkembang pada usus 12 jari. Untuk cacing gelang penderita biasanya mengeluhkan gejala seperti yang terjadi pada penyakit maag yakni kembung, perih, mual dan muntah.

Untuk pengobatan cacingan pada orang dewasa pun juga ada. Akan tetapi diberikan setiap setahun sekali. Yang membedakan cacingan pada anak dan pada dewasa adalah anak-anak masih tumbuh dan berkembang, sementara orang dewasa sudah tidak lagi tumbuh dan berkembang. “Orang dewasa juga masih bisa survive, bisa melawan sendiri cacing yang ada”. Yang harus dicermati adalah, kira-kira 60-80 % penyakit terjadi pada usia dewasa dimulai di usia pertumbuhan. Misalnya, anemia kronis akibat cacingan. Ini akan membuat jumlah sel otak berkurang karena kekurangan nutrisi selama masa tumbuh kembang.

Dampaknya dari hal ini kepada orang dewasa adalah akan berkurangnya daya fisiknya dan berkurang pula IQ pada sang penderita. Contoh lain, ketika kecil terkena penyakit infeksi yang tidak ketahuan. “Setelah dewasa maka ia akan sakit ginjal, dan lain sebagainya”.


Siklus cacingan

Ada beberapa cara untuk menghindari cacingan :
  • Biasakan untuk membersihkan tangan dengan sabun, sebelum makan, seusai makan, atau setelah bermain, khususnya di luar rumah.
  • Potong kuku secara teratur. Kuku panjang bisa menjadi tempat bermukim larva cacing.
  • Jaga kebersihan sanitasi lingkungan, misalnya dengan rajin membersihkan kakus atau septictank.
  • Jangan lupa juga selalu menjaga kebersihan makanan yang kita makan. Usahakan selalu membuat makanan sendiri.



Ciri-ciri cacingan pada anak :
  1. Lesu dan lemas akibat kurang darah (anemia)
    Disebabkan oleh cacing tambang, membuat tubuh menjadi lemas kekurangan darah karena dihisap cacing.
  2. Berat badan rendah karena kekurangan gizi
    Nutrisi yang seharusnya diserap oleh tubuh juga menjadi makanan cacing.
  3. Batuk tak sembuh-sembuh
    Ada juga cacing yang dapat hidup di paru-paru sehingga menyebabkan batuk yang tak sembuh-sembuh.
  4. Nyeri di perut
    Cacingan juga dapat menimbulkan sakit perut yang dapat menyebabkan diare.

No comments:

Post a Comment