Monday, November 7, 2011

Lebih Jauh tentang Penyakit Lupus

Penyakit lupus sudah diketahui kira-kira seabad yang lalu, pada saat itu ada dugaan penyakit lupus ini disebabkan gigitan anjing laut, dan ini pula sebabnya disebut lupus yang dalam bahasa latin adalah anjing laut.


Sampai hari ini belum diketahui pasti apa penyebab penyakit ini, namun diperkirakan adalah faktor gen/keturunan, sinar radiasi ultra violet & virus. Adapun gejala penyakit lupus ini diantaranya adalah, sebagian tubuh bercak2 merah, nyeri persendian, seluruh organ tubuh terasa sakit, rasa lelah yang berkepanjangan dan juga sensitif terhadap sinar matahari.

Namun demikian, kabar baiknya adalah bahwa penyakit ini tidak menular. Penyakit lupus sebagian besar diderita oleh wanita produktif.
Penderita penyakit lupus sangat dianjurka agar kalau keluar rumah sebelum jam 09.00 di pagi hari dan jam sesudah 16.00 di sore hari, dan sebaiknya menggunakan krim penangkal sinar matahari (sun block).

Lupus dapat diakui sebagai peradangan kronis dari berbagai jaringan tubuh yang disebabkan karena penyakit autoimun. Orang yang menderita lupus memproduksi antibodi abnormal yang menyerang jaringan tubuh sendiri. Itulah alasan mengapa lupus dapat menyebabkan berbagai penyakit yang mempengaruhi jantung, paru-paru, kulit, ginjal, sendi, dan atau sistem saraf.
Secara umum penyakit lupus dapat dikategorikan menjadi 3 jenis :

lupus
1. Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-Jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.
2. Lupus Diskoid, lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit.
3. Lupus Obat, yang timbul akibat efek samping obat.
Satu lagi kabar baiknya adalah bahwa saat ini sudah ada obatnya yang disebut Lymphostat-B yang bertugas menghambat protein yang menstimulasi limfosit B (BLyS= B lymphocyte stimulator).

Limfosit B adalah sel yang berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi. Jadi dapat memulihkan aktivitas auto-imun menjadi normal, kemudian menghambat aktivitas protein tersebut sehingga limfosit B tidak bisa berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi. Berkurangnya produksi antibodi menyebabkan aktivitas penyakit lupus mudah dikontrol.

No comments:

Post a Comment