Friday, January 4, 2013

Bahaya Softlens Atau Lensa Kontak Bagi Kesehatan Mata

Soft Lens Atau Kontaks Lens memang dapat menggubah sedikit penampilan. Tetapi juga ada efek sampingnya...
untuk lebih jelasnya, bacalah artikel berikut
 
Penggunaan softlens kini semakin menjadi tren di masyarakat. Alat bantu penglihatan yang satu ini memang memudahkan seseorang untuk dapat melihat tanpa harus memakai kacamata. Pada waktu pertama kali menggunakan softlens, pengguna biasanya sudah diingatkan untuk dapat menjaga higienitas softlens. Kurangnya menjaga higienitas dapat mengakibatkan pengguna mengalami acanthamoeba keratitis. Ini merupakan komplikasi pemakaian softlens yang jarang sekali terjadi. Namun, kasus ini dapat menjadi sangat serius karena bisa menimbulkan gangguan pada penglihatan, bahkan dapat bertambah parah hingga seseorang kehilangan pandangannya dan akhirnya buta.
 
Acanthamoeba castellani adalah suatu mikroorganisme yang banyak ditemukan pada air terkontaminasi, tanah, sistem pipa limbah rumah tangga, menara pendingin, dan sistem pemanas/ventilasi/pendingin udara. Acanthamoeba castellani akan menyebabkan penyakit mata yang disebut acanthamoeba keratitis.
 
Acanthamoeba keratitis biasanya berhubungan dengan penggunaan softlens, termasuk lensa silikon hidrogel dan pemakaian lensa kontak yang kaku sepanjang malam untuk memperbaiki orthokeratologi. Acanthamoeba keratitis juga dapat terjadi pada orang yang tidak memakai kontak lensa yaitu mereka yang matanya terkontaminasi oleh air atau tanah. Acanthamoeba keratitis dapat terjadi pada berbagai ras, jenis kelamin, dan usia. Biasanya terjadi pada usia muda dan orang sehat.
 
Acanthamoeba keratitis sering terjadi karena pasien tidak menyimpan atau mensterilkan lensa kontak dengan benar sehingga mengakibatkan terjadinya infeksi pada mata. Selain dari faktor subjek pengguna, ada pula aktifitas yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit ini yaitu memakai lensa kontak saat berenang atau mandi di pancuran/shower tanpa melepas lensa kontak.
 
Penegakkan diagnosis acanthamoeba keratitis sangat jarang dilakukan secara tepat pada tahap awal. Penyakit ini biasanya baru dapat terdiagnosa setelah semua usaha pengobatan yang dilakukan mengalami kegagalan. Penderita acanthamoeba keratitis sering mengalami pengobatan yang salah karena penyakit ini sering dikira sebagai herpes simpleks keratitis. Penyakit-penyakit lain yang juga memiliki kemiripan dengan acanthamoeba keratitis adalah keratitis akibat jamur dan keratitis akibat mycobakteri.
Seseorang dengan faktor risiko acanthamoeba keratitis perlu memeriksakan matanya ke dokter apabila dicurigai adanya tanda atau gejala penyakit ini yaitu mata merah, nyeri mata setelah melepas softlens dan bertahan dalam jangka waktu tertentu, keluar air mata terus menerus, sensitif terhadap cahaya/fotofobia, pandangan kabur, dan perasaan adanya sesuatu pada mata. Pada acanthamoeba keratitis yang lebih lanjut dapat terlihat seperti adanya cincin yang menutupi iris mata. Diagnosis dibuktikan dengan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kultur biopsi kornea dengan menemukan bentuk amoebanya (trofozoid/kista), confocal microscope, dan pemeriksaan sitologi. Kotak penyimpanan kontak lensa dan cairan pembersih yang digunakan juga perlu diperiksa untuk ditentukan apakah ikut terkontaminasi atau tidak.
 
Pada tahap awal perjalanan penyakit, pengobatan biasa dimulai dengan pemberian topikal propamidine isethionate (larutan 1%) secara intensif, polyhexamethylene biguanide (larutan 0,01-0,02%), dan obat tetes mata neomycin. Topikal kortikosteroid juga dapat diberikan untuk mengurangi reaksi radang pada kornea dan untuk mengurangi gejala yang ada. Pada tahap lanjut dari acanthamoeba keratitis, diberikan penatalaksanaan berupa keratoplasty untuk mengurangi progresivitas dari infeksi. Bila organisme telah mencapai sklera mata maka terapi obat dan operasi sudah tidak berhasil lagi.
 
Tindakan pencegahan utama terhadap acanthamoeba keratitis dilakukan dengan menjaga higienitas softlens dan melakukan perawatan secara benar.
 Microbial keratitis adalah sejenis amuba yang menyebabkan penyakit mata. Amuba ini ditemukan pada para pengguna soft-lens. Dari 39 orang yang penderita di UK, 21 orang di antaranya merupakan pengguna produk AMO Complete Moisture Plus. Karena itu, produk ini sudah ditarik dari pasaran sejak 25 Mei 2007.

Menggunakan soft lens memang cukup riskan. Nasehat paling umum yang terkait dengan pemakaian soft-lens yaitu:
  • Jangan gunakan soft-lens sewaktu tidur.
  • Jangan gunakan soft-lens seharian.
  • Cucilah soft lens sebagaimana mestinya.
  • Jangan gunakan soft-lens yang sudah kadaluarsa.
  • Cucilah wadah soft-lens lalu biarkan kering sendiri tidak perlu dilap dengan tisu/kain.
  • Bila terjadi iritasi, sakit, atau mata merah segera kunjungi dokter mata untuk diperiksa.
  • Tentunya lebih baik jika tidak menggunakan soft-lens.
Khusus untuk solution soft-lens, banyak orang berpendapat bahwa harga tidak mempengaruhi kualitas. Berapapun harganya solution tersebut, isinya juga sama-sama larutan saline

Ini contoh penyakit mata yang disebabkan oleh jenis amuba Microbial keratitis :





1 comment: