Thursday, March 15, 2012

ARTHROSCOPY




 

Yang Dilakukan Pada Persiapan Arthroscopy

Arthroscopy terutama adalah suatu prosedur tanpa darah dan umumnya mempunyai sedikit komplikasi-komplikasi. Kesehatan yang mendasarinya dari pasien dipertimbangkan ketika menentukan siapa adalah seorang calon untuk arthroscopy. Yang paling penting, pasien harus mampu untuk mentolerir pembiusan yang digunakan selama prosedur. Fungsi paru dan jantung seseorang harus memadai. Jika ada persoalan-persoalan yang hadir seperti gagal jantung atau emphysema, ini harus dioptimalkan sebisa mungkin sebelum operasi. Pasien-pasien yang berada pada obat-obat anticoagulants (pengencer darah) harus telah secara hati-hati menyesuaikan obat-obat ini sebelum operasi. Persoalan-persoalan obat lain harus juga dikontrol sebelum operasi, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Evaluasi sebelum operasi dari kesehatan seorang pasien akan umumnya memasukan suatu pengujian fisik, tes-tes darah, dan suatu analisa urin. Pasien-pasien yang mempunyai suatu sejarah dari persoalan-persoalan jantung atau paru dan umumnya siapa saja lebih dari umur 50 tahun akan biasanya diminta untuk mendapatkan suatu electrocardiogram (EKG) dan suatu X-ray dada. Tanda-tanda apa saja dari infeksi yang sedang berjalan dalam tubuh biasanya menunda arthroscopy, kecuali ia sedang dilakukan untuk infeksi sendi tulang yang mungkin dalam pertanyaan.

Melaksanakan Arthroscopy

Arthroscopy seringkali dilakukan sebagai suatu prosedur pasien luar. Pasien akan masuk kedalam fasilitas dimana prosedur akan dilakukan dan suatu intravenous line (IV) didirikan dalam rangka untuk memasukan cairan-cairan dan obat-obat. Tipe pembiusan yang digunakan bervariasi tergantung pada sendi yang akan diuji dan kesehatan medis dari pasien. Arthroscopy dapat dilaksanakan dibawah suatu pembiusan umum, suatu pembiusan tulang belakang atau epidural, suatu pemblokiran regional (dimana hanya kaki dan tangan yang diuji dimati rasakan), atau bahkan suatu pembiusan lokal. Setelah pembiusan yang tepat dicapai, prosedur dapat mulai. Suatu sayatan dibuat pada sisi dari sendi yang akan diuji dan arthroscope dimasukkan kedalam sayatan. Alat-alat lain adakalanya ditempatkan pada sayatan lain untuk membantu mengarahkan struktur-struktur tertentu kedalam penglihatan dari arthroscope. Pada operasi arthroscopic, alat-alat tambahan untuk perbaikan-perbaikan operasi dimaskkan kedalam sendi melalui arthroscope. Alat-alat ini dapat digunakan untuk memotong, mengeluarkan, dan menjahit jaringan-jaringan yang rusak. Sekali prosedur selesai, arthroscope dikeluarkan dan sayatan-sayatan ditutup melalui jahitan pada luka. Suatu pembalut luka yang steril ditempatkan diatas sayatan dan suatu penjepit atau penahan atau ACE wrap mungkin ditempatkan sekitar sendi.

Kesembuhan Pasien Setelah Arthroscopy

Segera setelah operasi arthroscopic, pasien-pasien mungkin mengantuk, terutama jika suatu pembiusan keseluruhan telah digunakan. Obat-obat diberikan untuk mengontrol nyeri jika diperlukan. Jika suatu pembiusan lokal telah digunakan, mungki sama sekali tidak ada nyeri segera setelah prosedur. Jika suatu pembiusan spinal atau regional telah digunakan, mati rasa dan kelemahan dari kaki dan tangan dapat terjadi yang hilang secara berangsur-agsur sebelum pasien dipulagkan.
Sayatan-sayatan operasi dari arthroscopy adalah kecil. Mereka biasanya terdiri dari beberapa sayatan-sayatan 5 mm (1/4 inch) pada kedua sisi dari sendi, yang diperban setelah operasi. Perban mungkin menyerap beberapa dari pengaliran jaringan dari tempat-tempat luka ini. Perban harus hanya diangkat dibawah petunjuk dari ahli bedah atau perawat yang merawat. Ia harus dipertahankan sekering mungkin selama beberapa hari pertama setelah operasi. Pasien-pasien harus memberitahukan dokter-dokter mereka segera jika mereka mengembangkan nyeri sendi yang tidak biasa, pembengkakan, kemerahan atau hangat, atau jika mereka melukai sendi yang terlibat.
Untuk beberapa hari setelah arthroscopy, pasien-pasien akan umumnya diminta untuk istirahat dan menaikkan sendi ketika memakai ice packs untuk meminimalkan nyeri dan pembengkakan. Setelah operasi, suatu program latihan dimulai secara berangsur-angsur yang menguatkan otot-otot yang mengelilingi sendi dan mencegah luka parut (contracture) dari jaringan-jaringan lunak yang mengelilinginya. Tujuannya adalah memulihkan stabilitas dan kekuatan dari sendi secara cepat dan aman, ketika mencegah pembentukan dari jaringan parut. Program ini adalah suatu bagian penting dari proses penyembuhan untuk suatu hasil yang optimal dari prosedur ini.
Melalui waktu bertahun-tahun, alat serat optik berkwalitas lebih tinggi telah mengizinkan perkembangan dari miniature arthroscopes. Ini telah mengizinkan pengujian dari sendi-sendi yang lebih kecil dengan arthroscopy. Arthroscopy telah menjadi suatu alat yang terintegrasi untuk operasi orthopedic dan perannya akan berlanjut untuk berkembang ketika perbaikan lebih jauh pada arthroscopes dan alat-alat arthroscopic berlanjut.

No comments:

Post a Comment