Tuesday, February 19, 2013

Pentingnya Tes Psikologis Dalam Bekerja


Tes Psikologi adalah sebuah alat ukur untuk mengetahui kepribadian seseorang. Dengan tes ini kita dapat mengetahui kepribadian seseorang. Tes psikologi ini sudah sangat luas digunakan di banyak negara untuk maksud-maksud tertentu di berbagai bidang, misalnya bidang penelitian, pendidikan, militer, industri dan lain-lain. Sejak tahun 1972, tes psikologi ini telah mulai digunakan di Indonesia, setelah sebelumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan latar belakang sosial budaya di Indonesia serta lolos tes validasi yang dilakukan secara statistik. Jadi tes ini bukan sekedar tes yang meng-adopsi/sekedar menterjermahkan dari tes-tes yang ada di luar negeri.

Manfaat Tes Psikologi.

Tes ini bermanfaat untuk :
1. Mengungkapkan berbagai corak kepribadian yang tersembunyi dan sukar untuk diketahui melalui wawancara atau pengamatan biasa sehari-hari.
2. Menjelaskan masalah psikodinamik seseorang
3. Mengetahui apakah seseorang itu menderita gangguan jiwa atau tidak

Sebagaimana di negara-negara lain, maka kiranya tes psikologi ini juga dapat dipergunakan dalam berbagai instansi dan dunia usaha untuk keperluan seleksi, promosi dan mutasi mulai dari tingkat eksekutif, direksi, manager, staf sampai pada tingkat karyawan/pegawai yang menduduki posisi yang vital, strategis dan beresiko tinggi.

Laporan tes psikologi yang dibuat kiranya akan dapat dipergunakan oleh pimpinan perusahaan atau bagian personalia/sumber daya manusia (Human Resources Development Department) untuk menentukan sikap dalam hal :

1. Menerima atau menolak lamaran seseorang untuk bekerja
2. Menempatkan seseorang pada posisi yang sesuai dengan kepribadiannya
3. Memindahkan seseorang dari posisi yang lama ke posisi baru yang sesuai dengan kepribadiannya.

Bagi perusahaan yang ingin melakukan tes psikologi terhadap para karyawannya mengenai analisis karyawan atau seleksi karyawan atau pribadi dengan berbagai tujuan pekerjaan atau hanya sekedar ingin mengetahui potensi diri, maka RS Awal Bros Makassar menyediakan jasa layanan segala macam tes psikologi.

Hubungi segera RS Awal Bros Makassar.
dr. Wempy Thioritz, Sp.KJ
Jadwal : Senin/Selasa/Rabu Jam.10.00-11.00
Jl. Jend. Urip Sumpharjo No.43, Makassar
Telp. (0411) 454567

Hindari Semua Minuman ini Saat Minum Obat

Minum obat saat sakit punya ketentuan agar cepat sembuh. Selain mengikuti dosis yang dianjurkan, jangan lupa perhatikan dengan apa kita meminumnya. Yang tepat  tentunya air mineral, dan yang harus dihindari adalah seperti disebut di bawah ini:

 
1. Minuman isotonik.
 
dailymail.co.uk
Hindari minum obat untuk gagal jantung dan obat-obatan hipertensi dengan minuman isotonik karena minuman ini mengandung kalium. Selain itu, kalium yang tinggi juga terdapat pada buah pisang. Kalium berguna bagi penderita hipertensi, tetapi apabila asupan kalium  berlebihan malah membahayakan si penderita.


2. Minuman berkafein
 
tips-healthy.com
Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari meminum secangkir kopi saat sedang mengonsumsi efedrin (penekan nafsu makan), obat asma dan amfetamin. Beri jarak 2-3 jam setelah minum obat, baru minum kopi atau teh.

Kafein juga ada dalam beberapa produk minuman energi, jadi hindari juga jenis minuman tersebut saat mengonsumsi obat. Interaksi obat dengan makanan tertentu yang Anda makan dapat mempengaruhi fungsi obat yang Anda minum sehingga obat tidak bekerja sebagaimana mestinya. Interaksi ini dapat menyebabkan efek yang berbeda-beda, dari mulai peningkatan atau penurunan efektivitas obat sampai efek samping.

 
3. Susu
foxnews.com
Beberapa obat seperti keluarga antibiotik yang mengandung tetrasiklik akan bereaksi dengan susu. Kalsium yang terdapat dalam susu akan mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat tersebut di dalam tubuh.


4. Jus buah
asia.ru
Menurut penelitian Prof. David Bailey dari  Universitas Western Ontario, jus dapat mengganggu ketahanan tubuh dalam menyerap sari obat. Penelitian ini dilakukan pada sejumlah orang yang diminta meminum obat dengan air putih dan jus buah.
 
Setelah diteliti, ternyata orang yang meminum obat dengan air putih mampu menyerap kandungan obat dengan penuh. Kemudian, orang yang meminum obat dengan jus hanya mampu menyerap sebagian kandungan obat. Menurutnya, jus buah yang dapat mengurangi serapan obat adalah jus jeruk, jus apel, dan jus anggur. Sedangkan obat yang kurang terserap akibat jus tersebut adalah obat antikanker, darah tinggi, jantung, dan obat-obat antibiotik lainnya.

Hindari juga mengonsumsi jus pomegranate (delima).  Zat yang terdapat dalam jus tersebut dapat memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah dan menyebabkan berkurangnya efeks obat. Tidak hanya itu, para pakar juga menemukan bahwa enzim di dalam jus delima dapat memecah resep obat.



5. Minuman beralkohol

 
spotlightlimousine.ca
Satu gelas minuman beralkohol semisal Wine yang dikonsumsi bersamaan dengan meminum obat diklaim dapat menyebakan hipertensi, jantung berdetak cepat, sakit kepala hingga serangan stroke. Nah, jika Anda masih sayang dengan nyawa Anda, jangan pernah sekalipun mencampurkan minuman ini dengan obat.

7 Tips Sehat Minum Kopi


Sebelum bergabung dengan kelompok orang yang tidak boleh minum kopi dan hanya bisa menelan ludah melihat orang lain mengecup si hitam manis ini, ada baiknya kita ketahui “7 Tips Sehat Minum Kopi” berikut:



1. Dosis
Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.

2. Sinyal Bahaya

Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.

3. Dengarkan Respon Tubuh

Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!

4. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.
Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.
Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

5. Coffee Mix

Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…

6. Kelompok Anti-Kopi

Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!

7. Check Up

Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya. JNC VII mengklasifikasikan hipertensi sebagai berikut :
Klasifikasi
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Normal
< 120
Dan
<80
Pre Hipertensi
120-139
Atau
80-89
Hipertensi stage 1
140-159
Atau
90-99
Hipertensi stage 2
> 160
Atau
> 100
Demikianlah “7 Tips Sehat Minum Kopi“. Bila keluhan berlanjut, hubungi dokter! ;)

Thursday, February 7, 2013

Demam Tifoid



Pengertian dari demam Tifiod adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhi. Penyakit ini merupakan penyakit endemis di negara-negara yang memiliki sistem sanitasi dan lingkungan yang buruk seperti di kebanyakan negara-negara berkembang.
Berikut adalah penyebab demam Tifoid:

1. Tidak membiasakan cuci tangan pakai sabun setelah buang air kecil atau besar.

Hal ini dapat menyebabkan bakteri Tifoid dengan mudah tersebar ke dalam makanan dan minuman karena bakteri tifiod bisa kita temukan di dalam air kemih dan tinja penderita.  Karena itulah biasakan cuci tangan pakai sabun setelah buang air kecil atau besar dan sebelum menyentuh makanan.

2. Penyebaran bakteri melalui lalat

Lalat adalah hewan yang terbiasa di hidup di lingkungan yang kurang bersih. Bila lalat menyentuh tinja penderita lalu kemudian menyentuh makanan, bakteri Salmonella typhi bisa dengan langsung menyebar di makanan tersebut. Karena itu tutup makanan dengan tudung saji agar terhindar dari lalat.
Gejala demam Tifoid akan mulai timbul secara bertahap dalam 8 sampai 14 hari setelah penderita terinfeksi. Berikut adalah gejala-gejalanya:
  1. Sakit kepala
  2. Nyeri sendi
  3. Sakit tenggorokan
  4. Sembelit
  5. Penurunan nafsu makan
  6. Nyeri perut
  7. Demam
  8. Sakit kepala
  9. Terkadang penderita juga akan merasa nyeri saat buang air kecil dan batuk yang disertai darah yang keluar dari hidung.
  10. Timbul bintik-bintik kecil berwarna merah muda di dada dan perut pada minggu kedua selama 2-5 hari (hanya terjadi pada sekitar 10% penderita demam Tifoid).
Demam Tifoid dapat disembuhkan dengan pengobatan sebagai berikut:
  1. Istirahat total (tirah baring) selama 2 minggu.
  2. Mengkonsumsi antibiotik yang tepat. Biasanya penderita demam Tifoid diberi kloramfenikol 100mg/kg/hari dibagi dalam 4 dosis selama 10 hari. Antibiotik jenis ini tidak bisa diberikan bila jumlah leukosit penderita < 2000 ul. Penisilin atau kotrimoksazol bisa juga digunakan untuk pasien yang alergi.
Terkadang makanan akan diberikan melalui infus sampai tubuh penderita mampu mencerna makanan padat. Antiobiotik berspektrum luas akan diberikan bila terjadi perforasi usus. Dan pembedahan mungkin perlu dilakukan agar bagian usus yang mengalami perforasi dapat diperbaiki atau diangkat.

Monday, February 4, 2013

Makanan Pedas VS Tidur Nyenyak

makanan pedas
Anda susah tidur ? Hm tunggu sebentar, apakah semalam ada makanan pedas yang menjadi santapan malam Anda ? Aha, mungkin itulah penyebab kegelisahan Anda. Bagaimana penjelasannya ?
Apakah Anda penyuka pedas ? Makanan pedas memang menarik sekali bagi kita dan juga perut kita, hehe. Namun informasi berikut ini patut kita perhatikan.

Berdasarkan penelitian di Australia yang dimuat The International Journal of Psychology, dijelaskan bahwa menyantap makanan pedas di saat makan malam dapat membuat tidur menjadi tidak nyaman dan tidak berkualitas.

Akhirnya apa yang terjadi bila tidur menjadi kurang berkualitas ? Tidur yang kurang berkualitas akan menyebabkan proses tubuh dalam beristirahat menajdi terganggu. Di saat bangun tidur, tubuh masih terasa lemas dan lesu. Hal ini tentu akan menggangu kesehatan.

Apa yang menjadi penyebabnya ? Makanan pedas akan meningkatkan suhu tubuh. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab utama gangguan tidur.

Semoga bermanfaat.

Friday, February 1, 2013

Manfaat Tempe Bagi Kesehatan



Tempe merupakan salah satu makanan orang Indonesia, selain harganya murah meriah dan mudah didapatkan dimana-mana, tempe juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan kita. Kandungan gizi yang dimiliki oleh tempe tidak kalah dengan menu makanan kelas lainnya yang terbilang mahal. Berikut Info Kesehatan akan memaparkan kehebatan dari manfaat tempe.

Kandungan Gizi Tempe
Tempe yang terbuat dari kacang kedelai yang kemudian fermentasi dengan jamur Rhizopus oligosporus. Kandungan yang ada dalam tempe itu hampir sama dengan kandungan yang dimiliki oleh yougurt. Karena tempe itu adalah sumber protein nabati yang mengandung serat pangan, vitamin B, kalsium dan zat besi. Selain itu tempe juga memiliki kandungan antibiotika dan antioksidan yang bisa mengatasi infeksi dan mencegah penyakit degeneratif. Perlu diketahui kalau dalam 100 gram tempe itu mengandung 20,8 gram protein, lemak 8,8 gram, 155 miligram kalsium, 326 miligram fosfor, serat 1,4 gram, 4 miligram zat besi, dan karoten 34 gram serta Vitamin B1 0,19 miligram.

Cocok Untuk Semua Usia
Pengolahan tempe dilakukan dengan cara fermentasi, kedelai yang merupakan bahan utama membuat tempe difermentasikan sehingga kedelai akan mengalami perubahan tekstur dan nilai gizi. Dan menghasilkan enzim pencernaan yang didapat dari kapang tempe atau istilah ilmiahnya Rhizopus Oligosporus, itu tercipta selama proses fermentasi berlangsung.

Kedelai yang diolah menjadi tempe dapat menurunkan kadar stakiosa dan raffinosa yang keduanya merupakan zat penyebab perut kembung. Terus tempe memiliki kandungan protein yang terbilang tinggi dimana dalam 100 gram tempe mengandung kisaran 20,8 gram protein, sehingga cocok sebagai menu sehari-hari yang orang yang ingin menerapkan diet tinggi protein.

Selain itu tempe memiliki keutamaan kandungan karbohidrat, protein dan lemak sehat yang mudah diserap dan dicerna oleh tubuh. Tempe sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak untuk menaikkan pertumbuhan atau menjaga fungsi organ tubuh bagi orang dewasa.

Menjadikan Jantung Sehat
Tempe dapat menciptakan jantung kita menjadi sehat, ini telah dibuktikan melalui hasil penelitian para ilmuan bahwa tempe yang didalamnya mengandung protein itu dapat menurunkan kolesterol jahat kisaran 30 sampai 45 persen. Sebagaimana kita ketahui bersama kalau kolesterol jahat merupakan faktor yang menyebabkan pembuluh darah menjadi tersumbat sehingga memicu terjadinya stroke dan serangan jantung. Dari hasil penelitian itu pula didapatkan kalau tempe dapat menaikkan kadar HDL atau kolesterol baik dalam darah, yang berfungsi menekan banyaknya kolesterol jahat dan mengeluarkannya dalam tubuh.

Mengendalikan Gula Darah
Bagi penderita diabetes tak usah takut untuk mengkonsumsi tempe, karena tempe aman untuk dikonsumsi. Protein dan serat yang terkandung dalam tempe dapat mencegah naiknya kadar gula darah. Biasanya orang yang menderita diabetes berisiko mengalami radang pembuluh darah yang berhubungan dengan penyakit jantung, sehingga harus menjaga kadar kolesterol darah tetap rendah. Dan inilah alasan kita mengapa tempe sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Dapat Mencegah Kanker
Serat yang terkandung dalam tempe dapat mengikat racun dan kolesterol penyebab kanker serta membuangnya dari dalam tubuh, sehingga racun yang sudah terikat tidak akan merusak sel-sel dalam tubuh. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata juga dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan dini.

Nah, sekarang kita sudah tahu manfaat tempe dan betapa pentingnya untuk mengkonsumsinya. Jadi apa salahnya untuk kita mencoba makanan yang murah ini tapi luar biasa manfaatnya.