Wednesday, April 18, 2012

10 Tipe Sepatu yang Dapat Merusak Kenyamanan Kaki


Kaki kita bertahan menghadapi ketegangan dan rasa sakit, bahkan perawatan kaki (pedicure) yang paling khusus tidak dapat menyembunyikan hal ini.  Tetapi sepatu dapta menanggulangi masalah ini, jadi kenapa Anda menyanjung dan menyukai  menggunakan alas kaki yang tidak nyaman?

Beberapa alasan muncul, apakah karena kita orang yang mudah terlena terhadap berbagai  jenis alas kaki, atau kita mengakui bahwa tak semua sepatu nyaman untuk di pakai atau untuk menghadapi masalah tersebut.

Tentunya terdapat beberapa tipe sepatu yang harus ditinggalkan untuk menguranghi hal buruk yang akan terjadi pada kaki Anda. Jika ini adalah salah satu penyebabnya, jangan gelisah, karena siapapun juga pernah mengalami kecerobohan fashion. Pertimbangkan  berbagai jenis alas kaki ini dan berencana untuk memulai perjalanan Anda dari toko ke toko lain untuk penggantinya yang tidak menimbulkan hal buruk pada kaki Anda.
Berikut adalah 10 tipe sepatu yang harus Anda tinggalkan:
  1. Sepatu plastik clunkers: sepatu platik yang penuh warna mungkin lucu jika anak-anak yang memakainya tetapi jika orang dewasa atau remaja yang memakainya akan terlihat konyol. Tahan air, anti –peyok telah bermunculan dimana-mana. Sepatu ini tak akan masalah jika digunakan seharian berlayar atau memancing, atau bahkan beraktivitas di dapur- hal yang di inginkan semua orang- tetapi mereka akan tergelincir saat melewati lantai dengan sepatu ini. Kesan gemuk pada sepatu ini, akan menimbulkan kesan janggal pada tampilan Anda, dan akan menghilangkan kesan modern pada fashion yang Anda gunakan. Sepatu ini sangat nyaman untuk dipakai, namun tidak akan sesuai dengan mode yang seharusnya Anda gunakan.
  2. Stiletto tinggi yang menakjubkan: heel yang sangat tinggi akan menyebabkan nyeri pada punggung dan ketegangan otot, belum lagi bengkak pada ibu jari kaki, kapalan dan kaki pecah-pecah. Sangat tidak seksi. Namun, jangan menganggap bahwa Anda harus meninggalkan penampilan seperti  Jimmy Choos atau yang lain, high heel adalah kebutuhan dasar mode bagi semua wanita, tapi Anda harus mempertimbangkan bahaya serius yang akan terjadi pada tubuh Anda. Jika Anda menghabiskan hari-hari Anda dengan kaki Anda, pertimbangkan untuk memakai sepatu yang ber-heel tinggi untuk acara di malam harinya  dimana Anda sedikit duduk. Hal itu akan membuat membuat kaki Anda meronta-ronta.
  3. Sepatu bot berbulu : Sepatu bot musim dingin yang sudah lama memilki kecenderungan ketinggalan jaman, dengan  segala baju jeans yang super pendek. Hal tersebut pastinya menjaga kehangatan tunuh Anda saat musim dingin, dan menjaga kaki Anda saat menginjak di atas es. Tetapi, berapa uang yang akan Anda keluarkan? Anda akan mendapatkan bot yang seksi ,modis namun hanya di musim ini. Pertimbangkan baik-baik untuk ini.
  4. Sandal Gladiator: Sangat oke sekali jika hal ini menyebar dan menjadi sebuah mitologi. Seperti yang telah di bahas pada sepatu bot berbulu, masalah yang muncul pada sandal gladiator adalah sandal jenis ini sudah menyebar kemana-mana. Dan ketika tali pada sandal tersebut terlilit atau sebaginya akan sulit sekali untuk membenarkannya dan menghabiskan 15 menit untuk berkostum  ala musim  panas. Sebenarnya sandal jenis ini sangat tidak sesuai dengan kostum untuk musim ini. Dengan sandal ini Anda akan membuat kostum Anda terlihat janggal.  
  5. Sandal Jepit : Jenis ini sangat mudah sekali untuk di pakai untuk musim panas. Tetapi sandal karet yang murah ini tidak memberikan penopang yang nyaman dan tidak dapat melindungi kaki Anda yang lemah.Menghemat uang untuk membeli sandal di musim panas memang tidak salah, namun pertimbangkan  biaya kesehatan yang akan Anda bayar karenanya. Kecuali Anda  ingin memberikan sejumlah biaya tersebut untuk liburan musim panas bagi dokter kaki Anda. Jadi, Anda harus meningggalkan sandal jepit untuk menjamin kesehatan Anda. 
  6. Hak Tinggi untuk Anak-anak : Beberapa wanita mempunyai kesulitan untuk berjalan dengan sepatu ber-hak tinggi, jadi mengapa anak-anak juga disengsarakan dengan sepatu ber-hak tersebut? Meskipun hal tersebut merupakan ide lucu ( beberapa selebriti yang berstatus sebagai ibu suka memakaikan beberapa baju dan asesoris kepada anak tercintanya, kemudian memotretnya) saat anak perempuan Anda dipakaikan baju layaknya Mary Jane. Simpan high heel, sepatu ber-hak ataupun gaun yang lainnya hingga mereka berumur paling tidak 16 tahun.
  7. Sepatu Balet yang terlalu rata : Tak ada yang lebih cantik dari sepasang sepatu balet yang rata dengan celana jeans yang terlihat langsing dan dipadu dengan atasan yang berloreng-loreng. Tetapi, akan ada banyak masalah yang akan terjadi pada tubuh  Anda saat Anda memakai sepatu balet yang super rata itu setiap hari seperti Anda memakai sepatu dengan hak yang terlalu tinggi. Sepatu balet yang super rata ini akan membuat Anda mudah jatuh dan pembengkakan pada jari kaki serta akan menimbulkan beberapa masalah kesehatan kaki lainnya. Daripada mengincar sepatu dengan harga yang murah, lebih baik Anda membeli sepatu yang tidak membuat kesehatan kaki Anda terganggu dan juga kokoh. Kaki Anda ( juga pinggang dan punggung Anda) akan terasa lebih sehat jika Anda memakai sepatu yang benar. 
  8. Sepatu olahraga (sneakers): Sepatu jenis ini terlihat aneh dan akan membuat Anda diejek oleh orang yang melihatnya. Selain itu akanmembuat punggung kaki Anda tersakiti dan akan membuat kaki Anda terluka dengan timbulnya bisul yang di akibatkan oleh sepatu tersebut. Dengan hal buruk tersebut Anda tidak akan bisa pergi  kemana-mana.  Namun, jika Anda memang menggunakannya utnuk pergi ke tempat gym, hal tersebut tidak masalah. Sebaiknya Anda menggunakan sepatu ini hanya waktu akan pergi ke tempat fitness atau gym. Usahakan menahan diri untuk memakai sepatu jenis ini untuk kepentingan dimana Anda pergi untuk suatu tugas kecil atau pergi berkencan. Berbeda dengan  sepatu yang ber-hak pendek, kemungkinan untuk terpeleset sangat kecil . Selain itu, jika Anda menggunakan sepatu ber-hak pendek ini, Anda akan terlihat cantik dan cocok dipakai dengan apapun, tak hanya cocok dengan satu model baju saja. Ketika para wanita berjanji untuk setia menggunakan sepatu ber-hak pendek ini, tetap realistis di dalam pikiran Anda dan menganggap bahwa Anda sedang memakai sepatu yang luar biasa.
  9. Sandal Kulit yang Funky: Meskipun hal tersebut  adanya gaya ini, tetapi gaya seperti ini tidak dapat dipakai untuk seterusnya.  Hampir sama dengan sepatu berbahan plastik (clunkers) yang begitu keras yang layaknya kita hindari. Sandal kulit yang bertali adalah sandal yang mempunyai tampilan seperti “gabus” pada bagian belakangnya, seperti suatu benda yang dapat dipakai cadangan untuk berkebun atau perjalanan ke pantai (tidak akan masalah jika tidak ada orang yang melihat). Dengan beberapa mode, vegetarian yang modis, dan alas kaki yang ramah lingkungan yang tersedia, Anda lebih baik berpaling dari sepatu kuno ini. 
  10. Sepatu Roda: Sepatu sejenis ini sangat populer di kalangan anak-anak, bahkan sepatu ini juga membuat orang-orang dewasa terpikat untuk menggunakannya. Sepatu roda yang mudah menggelincir ini  memudahkan pemakainya untuk cepat tiba di tujuan. Meskipun sepatu ini menyenangkan dan bergerak cepat karena rodanya yang menempel di bawah sepatu Anda, namun sepatu juga berbahaya. Sepatu ini akanmembuat Anda mudah mendapatkan luka akibat tergelincir dan jatuh yang disebabkan kerumitan yang akan Anda dapatkan saat Anda akan menghentikan roda yang terdapat pada sepatu ini. Jadi, sebaiknya Anda tidak menggunakan sepatu ini untuk keluar dengan tujuan jalan-jalan atau bertugas dan sebagainya. Anda dapat menggunakan sepatu ini untuk olah raga saja di sekitar rumah Anda.

    10 daftar sepatu di atas lebih baik Anda hindari untuk menjaga keselamatan Anda dari berbagai hinaan, mulai dari fisik dan dan psikis.Terdapat juga jenis sepatu yang lain yang harus dihindari, namun 10 daftar seoatu diatas adalah jenis sepatu yang seringkali wanita gunakan dan menimbulkan berbagai masalah. Gunakanlah sepatu yang sesuai dengan baju yang Anda kenakan, dan hindari sepatu yang akan membuat kaki dan punggung Anda tersiksa. Jangan menggunakan sepatu karena sedang trend, antik ataupun bentuknya unik dan cantik. Pilihlah sepatu atau alas kaki yang tidak memberikan resiko terutama terhadap kesehatan tubuh Anda dan juga pilih sepatu yang memang sesuai dengan gaya berpakaian Anda serta tujuan yang akan Anda leakukan dengan sepatu tersebut. Jangan lupa juga untuk selalu merawat dan menjaga kebersihan sepatu atau alas kaki yang Anda gunakan, untuk menghindari masalah bau kaki dan jamur kulit.

Tuesday, April 17, 2012

Sederet Dampak Buruk High Heels bagi Tulang

Anda penggemar high heels? Berikut dampaknya dengan kesehatan tulang Anda. Sederet Dampak Buruk High Heels bagi Tulang
Istilah ‘paint make gain’, memang berlaku bagi beberapa hal, misalnya, rasa sakit akibat penggunaan kawat gigi untuk mendaptkan deretan gigi yang rapih dan sehat atau pegal-pegal saat melakukan angkat beban untuk mendapatkan tubuh yang bugar dan ideal. Tapi pada penggunaan sepatu high heels, apakah istilah itu berlaku juga?

Penggunaan sepatu dengan high heels, walaupun membuat kaki pegal, memang mampu menunjang penampilan, postur tubuh akan terlihat lebih tegap dan proporsional. Tapi, sadarkah Anda bahwa jika terlalu sering menggunakannya, akan memberikan begitu banyak dampak buruk bagi beberapa bagian tubuh Anda?

High heels berbahaya, karena dengan menggunakannya sama saja dengan memaksakan kaki berjalan dengan posisi yang tidak normal dan membawa dampak yang permanen.
Dampak yang dapat ditimbulkan adalah :
  • Cedera engkel kaki.
  • Kontraksi otot betis, sehingga menjadi lebih pendek dan tegang.
  • Jari kaki menjadi  bengkok.
  • Merubah postur tulang (punggung). Tulang pinggul dan punggung tidak lagi sejajar.
  • Penebalan saraf jari sehingga jari menjadi mati rasa.
  • Menghambat peredaran darah.
  • Menghambat sistem urogenital (sistem pembuangan).
  • Menghambat kesuburan dan hasrat seksual.
Untuk pencegahan, lakukan terapi kaki seperti pijat atau berjalan tanpa alas kaki diatas batu-batuan, hindari penggunaan high heels setiap hari dan hindari penggunaan high heels diatas 5 cm.

Ketahui 5 Faktor Penyebab Ketombe

Dandruff 11 Tips Rambut Sehat: Ketahui 5 Faktor Penyebab Ketombe
Ketombe bisa sangat mengganggu penampilan dan menyebabkan turunnya rasa percaya diri. Bagaimana ketombe bisa terjadi?

Berikut adalah beberapa penyebab munculnya ketombe:
1. Psoriasis atau Penyakit Kulit Lain
Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan kulit bersisik dan tidak rata.
Terkadang gejala ini muncul juga di kulit kepala sehingga menyebabkan kulit menjadi terkelupas dan menjadi serpihan atau ketombe.
Demikian pula eksim dan penyakit kulit lainnya dapat pula menyebabkan munculnya ketombe.

2. Alergi
Kulit kepala bisa mengalami reaksi yang buruk terhadap suatu produk perawatan rambut, sehingga akan menyebabkan kulit kepala menjadi pecah-pecah dan muncul ruam yang menimbulkan rasa gatal.
Ketombe bisa juga terjadi jika Anda tidak membilas atau mencuci dengan bersih setelah menggunakan perwarna rambut, sampo, atau kondisioner.
Tentu saja kondisi ini akan lebih rentan terjadi pada orang yang memiliki kulit sensitif. 

3. Kulit Kepala Terlalu Berminyak
Sebagian orang berpikir bahwa kulit kepala yang kering akan lebih rentan terkena ketombe, namun sebenarnya justru kulit kepala yang berminyak yang lebih rentan terhadap ketombe.

Meskipun kulit kepala yang kering lebih mudah kehilangan sel-sel kulit, namun minyak yang ada di kulit kepala akan mengikat sel kulit tersebut menjadi serpihan putih yang menebal.

Masalah ini akan lebih parah jika Anda jarang mencuci rambut atau keramas. Mencuci rambut dengan sampo berfungsi untuk menghilangkan minyak berlebih dari kulit kepala.

4. Jamur
Setiap orang memiliki jamur yang di kulit kepala yang dikenal dengan nama Malassezia. Jamur ini berfungsi mencerna minyak di kulit kepala. Jika jumlah jamur di kulit kepala normal, maka Anda akan baik-baik saja.
Namun adakalanya jumlah jamur meningkat tidak terduga sehingga mengakibatkan tingginya pergantian sel kulit, yang hingga kini masih belum jelas apa penyebabnya.

Munculnya sel-sel kulit mati yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dan terbentuknya ketombe.

5. Stres
Meskipun stres itu sendiri biasanya tidak menyebabkan ketombe, namun bisa menjadi salah satu faktor risiko.
Tingkat stres yang tinggi dapat membahayakan fungsi normal seluruh tubuh, termasuk kulit kepala Anda, sehingga bisa menyebabkan munculnya ketombe.[]

FAKTOR PENYEBAB KERONTOKAN RAMBUT Click Here

asa prustasi sering melanda kita apabila rambut kita mengalami kerontokan. Terkadang kita bingung apa yang menyebabkan itu semua, dan berharap bisa mengulang waktu untuk mencegahnya. Nah inilah dia beberapa Faktor yang menyebabkan kerontokan pada rambut anda.

1. Diet ketat
Masalah ini yang paling sering terjadi pada wanita. Karena ingin memiliki tubuh yang langsing, diet pun dilakukan habis-habisan hingga tanpa sadar tubuh kekurangan nutrisi dan vitamin. Tentunya nutrisi untuk rambut pun jadi tak tercukupi. Diet berlebihan juga membuat berat badan turun drastis dalam waktu singkat, dan ini membuat batang rambut menjadi lemah, mudah patah, dan mudah tercabut dari akarnya.

2. Merokok
Selain buruk bagi kesehatan, merokok juga dapat menghambat suplai oksigen ke rambut, yang menyebabkan rambut kekurangan nutrisi. Selain itu, merokok juga terbukti mempercepat proses penuaan, dan salah satu tanda penuaan adalah rambut rontok, bahkan kebotakan pada pria.

3. Stres
Saat sedang stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dan noradrenalin. Kedua hormon ini membuat rambut "beristirahat" dan tidak memproduksi rambut baru. Jadi selama stres, kerontokan rambut mungkin tak akan bertambah, namun rambut yang rontok ini tak akan digantikan oleh rambut yang baru. Kabar baiknya, kondisi ini hanya akan bertahan selama stres berlangsung. Setelah stres berakhir, sel-sel rambut pun akan kembali berproduksi.

4. Polusi
Tinggal di kota membuat kita rentan polusi. Asap knalpot kendaraan bermotor adalah jenis polusi yang terburuk bagi rambut karena jika terpapar pada rambut dapat menyebabkan rambut menjadi lemah dan mudah rontok. Tinggal di desa tak menjamin rambut bebas terkena polusi, karena ternyata pestisida yang digunakan untuk membasmi hama di sawah dan kebun juga dapat menyebabkan kerontokan jika terpapar pada rambut.

5. Sinar matahari
Sinar matahari baik bagi kita, terutama untuk menstimulasi produksi vitamin D. Namun jika rambut terlalu lama terekspos sinar matahari tanpa perlindungan sama sekali, rambut bukan saja bisa jadi kering dan rapuh, tapi juga bercabang.

6. Bahan kimia di produk rambut
Meluruskan, mengeriting, mewarnai, dan berbagai jenis perlakuan pada rambut yang biasa dilakukan di salon, pasti menggunakan produk yang mengandung bahan kimia. Sekali dua kali tak apa, tapi terlalu sering mengotak-atik rambut dengan produk-produk ini justru akan membuat rambut rapuh dan rusak.

7. Gigi berlubang
Jangan anggap remeh gigi berlubang, apalagi jika sudah mencapai tahap infeksi. Tubuh akan memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan infeksi, dan sel darah putih itu akan terdistribusikan ke folikel rambut, yang akan membuatnya berhenti memproduksi rambut sama sekali. Jika dibiarkan, tak jarang pasien infeksi gigi mengalami kebotakan di satu area kecil di kepala. Lokasi kerontokan biasanya dekat dengan posisi gigi yang terkena infeksi. Pada pria, terkadang infeksi gigi juga berpengaruh pada kerontokan alis atau janggut.

Faktor Penyebab Kerontokan Rambut memang bisa karena berbagai macam hal, tetapi 7 faktor tadi adalah penyebab yang paling sering terjadi di seluruh dunia.

Telapak Tangan Berkeringat Cara Mengatasinya




Berkeringat sering membuat kita terganggu, karena kita merasa gerah, panas dan kadang juga membuat kita tidak percaya diri. Apalagi berkeringat di telapak tangan, akan malu karena ketika bersalaman dengan orang lain tangan basah oleh keringat. Walau berkeringat sering menjadi tanda kalau badan kita sehat, namun ada ketakutan dalam diri kita kalau berkeringat di telapak tangan. Banyak yang bilang kalau berkeringat di telapak tangan adalah gejala lemah jantung. Memang penyakit jantung menyebabkan tangan kita berkeringat.

Telapak tangan yang berkeringat merupakan salah satu bentuk dari sensitivitas tubuh yang berlebihan. Daerah yang berkeringat ini dapat menjadi media tumbuh kuman maupun jamur, dan terkadang menimbulkan bau yang kurang enak, akhirnya rasa kurang percaya diri muncul terlebih ketika berjabat tangan. Penyebabnya sampai saat ini memang belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa hal yang dapat menimbulkan keringat termasuk pada daerah telapak tangan, seperti hipertiroidism (kelenjar gondok membesar), hiperhidrosis (pio juni membahas masalah ini), demam infeksi, cemas/stress (menghadapi ujian, pidato, tes), takut, emosi, penyakit TBC, penggunaan obat-obat (kanker, AIDS, miastenia gravis, narkotik), udara panas, kanker, menopause, gangguan pada jantung atau lambung, gangguan penyerapan air oleh ginjal, kegemukan, kerusakan syaraf akibat penyakit diabetes atau trauma saraf spinal, dan putus obat.

Penyakit jantung juga dapat menyebabkan telapak tangan berpeluh. Menurut beberapa sumber, coba amati jari kelingking dan jari tengah, apabila tampak bengkok (tidak simetris) kemungkinan ada permasalahan pada organ dalam dan pembungkus jantung. Dan telapak tangan yang berkeringat menandakan seseorang mengalami gangguan pada selaput jantung, paru-paru, sesak napas, dan stress. Tetapi untuk mengetahuinya secara pasti perlu pemeriksaan yang lebih spesifik baik dari laboratorium maupun dokter spesialis.

Sebenarnya untuk menghilangkan keringat ini, harus dihilangkan dahulu penyebabnya. Namun keringat ini dapat diminimalisir dengan cara mencuci tangan kemudian telapak tangan ditaburi dengan bedak bayi, kurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein (seperti teh kental, kopi) serta hindari rokok. Dan terakhir selalu percaya diri mengahadapi segala sesuatu. Jika beberapa cara di atas belum berhasil, periksakan ke dokter untuk memastikan penyebab gangguan yang dialami. Semoga bermanfaat.

Keringat Berlebihan Pertanda Jantung Lemah?
Ada yang bilang, jika tubuh berkeringat secara berlebihan terutama di bagian tangan, bisa jadi orang tersebut menderita jantung lemah. Benarkah demikian?
Menurut dr.Intan Airlina Febiliawanti, keringat yang berlebihan memang bisa saja terjadi pada seseorang. Keringat yang berlebihan tersebut memang bisa terjadi, hal ini disebut hiperhidrosis pada telapak tangan.

“Hiperhidrosis bisa terjadi primer, artinya memang kelenjar keringat pada tanganlah yang sangat aktif bekerja. Atau juga bisa sekunder. Dalam hal ini, bisa saja disebabkan karena banyak hal, bukan hanya jantung,” demikian dikatakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara ini.
Kemungkinan lain menurut Intan, keringat tersebut muncul lantaran terdapat kelainan hormon.

“Seperti yang banyak dikatakan orang adalah kelainan pada organ jantung, tetapi belum tentu jantung Anda lemah jika mengalami keringat seperti ini. Jadi, saran saya sebelum anda ketakutan, datanglah dulu ke dokter anda untuk memeriksakan diri sehingga tahu penyebabnya,”

4 Tips Mengatasi Telapak Tangan Berkeringat :
1. Pahami penyebabnya.
Hal pertama untuk mengatasi telapak tangan yang berkeringat adalah memahami penyebab awalnya. Hampir semua orang pernah mengalami telapak tangan yang berkeringat.
Tetapi, biasanya telapak tangan berkeringat hanya merupakan kondisi sementara yang disebabkan oleh stres atau kecemasan.
Misalnya saja, jika seseorang sedang ujian telapak tangannya akan berkeringat saat dia tidak bisa menjawab soal-soal ujian tersebut.
Tapi, ada pula orang yang setiap harinya mengalami masalah ini dan tidak bisa mengendalikannya.
Hal ini terjadi karena sistem saraf tidak sadar tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan sinyal yang salah dikirim dari otak ke saraf keringat.

2. Carilah solusi dari penyebab yang paling jelas.
Apakah Anda kelebihan berat badan? Orang yang kelebihan berat badan memiliki resiko lebih tinggi mengalami masalah telapak tangan berkeringat.
Berat badan berlebih mendorong tubuh untuk bekerja lebih keras. Hal ini bisa menyebabkan keringat berlebihan.
jika berat badan Anda turun mungkin jumlah keringat yang keluar pun akan berkurang.
Solusi sederhana lain adalah dengan menggunakan medicated powder atau bedak tabur yang disimpan dalam wadah kecil di saku atau tas.
Tapi, Anda harus menggunakannya sedikit demi sedikit karena bisa menggumpal di tangan dan bisa membuat masalah menjadi lebih buruk.

3. Bawalah sapu tangan di saku Anda.
Membawa sapu tangan di saku akan memudahkan untuk mengeringkan keringat di telapak tangan.
Hal lain yang bisa Anda gunakan adalah produk antiperspirant untuk tangan dan kaki. Produk ini akan menjaga tangan dan kaki tetap kering.
Banyak atlet yang menggunakan produk yang disebut Tite-Grip untuk menjaga tangan mereka tetap kering saat bermain bowling, golf, tenis, angkat besi, dan olahraga lainnya yang memerlukan telapak tangan tetap kering.

4. Melakukan operasi thoracoscopic sympathectomy.
Terakhir, Anda harus memahami bahwa metode apapun yang Anda pilih untuk menjaga agar telapak tangan tidak berkeringat hanyalah sementara saja.
Satu-satunya cara penyembuhan secara permanen adalah dengan melakukan operasi.
Secara teknis masalah untuk telapak tangan yang berkeringat disebut dengan hyperhirosis dan operasi untuk mengatasinya disebut thoracoscopic sympathectomy.
Seseorang bisa melakukan operasi tersebut tanpa harus dirawat inap di rumah sakit dan tingkat keberhasilannya sekitar 98%

Thursday, April 12, 2012

Awas! Mudah Mengantuk, Gejala Awal Beberapa Penyakit


Hal-hal yang menyebabkan ngantuk. Rasa kantuk  merupakan tanda yang diberikan tubuh agar orang beristirahat, yang biasanya datang di malam hari atau saat merasa lelah. Namun kondisi tertentu dapat membuat orang selalu merasa ngantuk, bahkan di waktu kerja. Apa penyebabnya?

Berikut beberapa penyebab yang membuat orang selalu mengantuk sepanjang hari:

1. Anemia (Kurang darah)
Anemia merupakan penyebab utama rasa kantuk sering datang. Kekurangan darah menyebabkan kurangnya zat besi, sel darah merah yang diperlukan untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ tubuh pun berkurang, sehingga menyebabkan orang sering merasa ngantuk.

2. Hipotiroid (Menurunnya produksi hormon tiroid)
Tiroid adalah kelenjar kecil di dasar leher, yang berfungsi mengontrol metabolisme dan kecepatan mengubah bahan bakar menjadi energi. Ketika kelenjar kurang aktif dan fungsi metabolisme terlalu lambat, orang bisa merasa badan lesu dan selalu mengantuk.

3. Diabetes
Glukosa adalah bahan bakar dari energi yang dilepaskan dalam sel-sel karena adanya oksigen. Orang dengan diabetes tipe-2 memiliki tingkat glukosa darah yang tinggi, karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa ini untuk menyediakan energi. Oleh karena itu, individu dengan diabetes tipe-2 mengeluh merasa lelah dan mengantuk sepanjang waktu.

4. Dehidrasi
Kelelahan dan kantuk bisa merupakan tanda dehidrasi. Segeralah cukupi kebutuhan air dalam tubuh agar selalu merasa segar dan bersemangat.

5. Depresi
Depresi bukan hanyan gangguan emosi tetapi juga banyak berkontribusi untuk gejala fisik. Kelelahan, selalu mengantuk, sakit kepala dan kehilangan nafsu makan adalah salah satu gejala yang paling umum pada orang yang mengalami depresi.

6. Gangguan Tidur
Gangguan tidur seperti sleep apnea dan insomnia juga dapat menyebabkan perasaan kelelahan dan kantuk terus-menerus. Tidur digunakan untuk memfungsikan tubuh kembali, sel-sel tubuh memperbaiki dan meremajakan diri. Sementara pada orang yang menderita kurang tidur karena insomnia, sleep apnea, maka sistem pernapasan akan terhambat sehingga sering menyebabkan kelelahan dan kantuk.

7. Penyakit Jantung
Ketika mudah merasa lelah dan mengantuk dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sebaiknya Anda harus memastikan bahwa jantung Anda dalam keadaaan yang baik, karena selalu mengantuk bisa jadi pertanda awal penyakit jantung.

8. Sindrom Kelelahan Kronis
Lelah biasanya segera hilang saat dibawa istirahat. Tapi untuk sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome), lelah tidak cepat hilang dan biasanya ditandai dengan kelesuan, mengantuk, lekas marah, nyeri otot dan dalam beberapa kasus terjadi hilangnya memori. 

7 Kondisi Tangan yang Menandakan Gejala Penyakit

img
Tangan adalah bagian tubuh yang paling penting untuk melakukan aktifitas sehari-hari mulai dari mengetik, menulis, mengambil barang dan lain-lain. Hal ini menyebabkan orang seringkali menyepelekan perubahan kondisi tangan yang merupakan pertanda gejala-gejala penyakit yang bisa jadi berbahaya.

Berikut adalah 7 petunjuk penting yang dapat diungkapkan oleh tangan mengenai kesehatan manusia seperti dilansir Caring.com :


 
1. Noda Merah pada Telapak Tangan
Dalam jangka pendek, telapak tangan berwarna merah dapat disebabkan mencengkeram benda terlalu keras, terlalu lama mencuci tangan atau mengangkat teko yang masih panas.

Pada ibu hamil, telapak tangan merah adalah kondisi yang normal karena aliran darah yang meningkat menyebabkan kemerahan pada perempuan. Tetapi jika telapak tangan tetap memerah untuk jangka waktu yang panjang, kondisi ini disebut eritema palmaris, yaitu tanda penyakit hati kronis (sirosis) dan penumpukan lemak pada hati.

"Peradangan hati secara bertahap mengganggu kinerja hati sehingga hati tidak lagi mampu membuang limbah dari tubuh secara efisien," kata Blanchard. Hasilnya adalah kelebihan hormon-hormon yang pada gilirannya menyebabkan pembuluh darah di tangan dan kaki membesar sehingga dapat terlihat dari kulit.

Jika hal ini terjadi, segera periksa ke dokter untuk mengevaluasi gejala lain penyakit hati seperti kaki dan perut bengkak, urat yang menonjol pada perut dan tubuh bagian atas, serta kelelahan. Tes yang paling umum untuk mengetahui kerusakan hati adalah mengukur jumlah bilirubin dan enzim hati.

2. Panjang Jari
Perbandingan panjang jari dapat memberitahu kemungkinan penyakit tertentu. Jari manis pria cenderung lebih panjang daripada jari telunjuknya, namun sebaliknya pada wanita. Wanita dengan pola 'maskulin' memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuknya dan dua kali lebih berisiko menderita osteoartritis, demikian menurut penelitian tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal Arthritis and Rheumatism.

Penelitian ini menemukan bahwa osteoartritis lutut lebih umum ditemui pada pria dan wanita dengan jari manis yang lebih panjang, tetapi efeknya paling menonjol pada wanita. Jari telunjuk yang lebih panjang juga dikaitkan dengan tingginya risiko kanker payudara pada wanita dan risiko kanker prostat pada pria. Sebuah penelitian tahun 2010 menemukan bahwa laki-laki yang jari telunjuknya lebih panjang dari jari manis 33 persen lebih berisiko terserang kanker prostat.

Para ilmuwan belum yakin mengapa, tetapi percaya bahwa panjang jari dipengaruhi oleh jumlah hormon testosteron dan estrogen di dalam rahim. Jari manis yang lebih panjang mengindikasikan paparan testosteron yang tinggi ketika dalam kandungan, sementara jari telunjuk yang lebih panjang menunjukkan paparan estrogen yang lebih tinggi. Karena estrogen adalah bahan bakar kanker payudara, jari telunjuk yang lebih panjang berkorelasi dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Pada pria, testosteron yang lebih banyak terkait risiko kanker prostat yang lebih tinggi.

Wanita yang memiliki jari manis lebih panjang sebiknya waspada terhadap gejala lemah sendi, terutama di lutut. Pria yang berisiko tinggi terkena kanker prostat harus proaktif melakukan pengetesan kanker. Perempuan yang berisiko tinggi terserang kanker payudara sebaiknya menjalani mammogram atau menjadwalkan MRI. Beberapa peneliti percaya bahwa panjang jari sebaiknya digunakan sebagai kriteria untuk mencari tahu keberadaan kanker secara komprehensif. Namun gagasan ini masih diperdebatkan.

3. Jari Bengkak
Jari bengkak dapat terjadi karena penyebab sederhana seperti cuaca panas akan mengalami menstruasi, atau terlalu banyak makan makanan asin. Tetapi jika jari-jari terasa tebal dan kaku atau tidak muat dimasuki cincin setelah banyak minum atau mengurangi makanan asin, pembengkakan dapat jadi pertanda kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme).

Ketika tiroid kurang aktif, hormon-hormon penting yang mengatur metabolisme dan menjaga fungsi tubuh dengan benar juga berkurang. Dan ketika metabolisme melambat, hasilnya adalah pertambahan berat badan dan pengumpulan air.

"Salah satu tempat pertama yang dapat dilihat bahwa berlebihnya air adalah jari. Yang bersangkutan juga dapat merasakan jari-jari terasa kaku karena sulit ditekuk," kata Kenneth Blanchard, endokrinologi yang menulis 'What Your Doctor May Not Tell You About Hypothyroidism'.

Mintalah kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan tiroid secara rutin dengan tes darah untuk mengukur tingkat thyroid-stimulating hormone atau TSH. Pastikan dokter menyadari pedoman skrining baru yang menyatakan bahwa tingkat TSH harus antara 0,3 dan 3,0.

4. Kuku Pucat
Dalam keadaan normal, kuku yang ditekan akan menjadi putih. Dan ketika tekanan dilepas, kuku berubah merah muda lagi. Jika kuku tetap putih lebih dari satu menit setelah ditekan atau terlihat pucat sepanjang waktu, bisa jadi pertanda anemia.

Anemia atau kekurangan zat besi menyebabkan kuku pucat kerana tidak cukup terdapat sel darah merah yang beredar dalam aliran darah. Jika tidak diobati dari waktu ke waktu, kekurangan zat besi yang parah juga dapat menyebabkan kuku berbentuk sedikit cekung. Jika anemia adalah penyebab kuku pucat, garis tipis di bagian bawah kuku cenderung terlihat sangat pucat.

"Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kelelahan. Gejala ini dapat diobati dengan cara meningkatkan asupan makanan yang kaya zat besi seperti seperti bayam, daging merah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Tetapi mungkin perlu mengkonsumsi suplemen zat besi juga," kata Blanchard.

Jika zat besi menyebabkan masalah pencernaan, sebaiknya minum formula anti sembelit. Akan lebih baik jika mengkonsumsi vitamin C pada saat yang sama karena membantu penyerapan zat besi.

5. Garis-garis Kecil Berwarna Merah di Bawah Kuku
Garis-garis ini disebut sempalan perdarahan karena terlihat seperti serpihan kecil berwarna merah atau kecoklatan di bawah kuku. Ini dapat menjadi pertanda infeksi jantung atau darah. Seiring dengan arah pertumbuhan kuku, area ini menyerupai pecahan yang terjebak di bawah kuku. Serpihan perdarahan terjadi ketika gumpalan darah menghambat aliran darah dalam pembuluh kapiler kecil di bawah kuku. Gejala ini paling sering terjadi karena infeksi pada katup jantung yang disebut subacute bacterial endocarditis.

Jika terdapat bintik-bintik merah di bawah kuku namun tidak pernah didiagnosis dengan masalah jantung, jangan panik. Kemungkinan besar ini disebabkan hal lain. Bisa jadi hanya luka pada tangan. Periksalah suhu tubuh untuk memastikan kemungkinan demam, sebab bacterial endocarditis biasanya disertai dengan demam ringan. Jika belum pernah diperiksa namun cemas tentang gejala-gejala ini, hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter akan menjalankan serangkaian tes untuk mengevaluasi aliran darah di jantung.

6. Ujung Jari yang Tebal dan Bulat
Penebalan ujung jari bisa jadi tanda penyakit jantung atau paru-paru. Biasanya terlihat juga pembulatan kuku sehingga jari-jari terlihat melengkung ke bawah. Jika sistem peredaran darah dari jantung atau paru-paru terganggu, kadar oksigen dalam darah cenderung menurun. Seiring waktu, hal ini menyebabkan jaringan pada bantalan jari tumbuh, sehingga ujung jari tampak menonjol keluar.

Jika jari-jari tangan dan kaki telah menebal, kemungkinan sudah terjadi gejala lain seperti sesak napas atau batuk kronis. Penebalan juga terjadi pada penyakit katup jantung yang menyebabkan kelelahan dan nyeri dada. Temui dokter untuk memeriksa jantung dan paru-paru secara menyeluruh.

7. Ujung Jari Berwarna Biru
Ujung jari berwarna abu-abu, kebiru-biruan, atau mati rasa dapat menjadi tanda gangguan sirkulasi yang dikenal sebagai penyakit Raynaud atau sindrom Raynaud. Sindrom Raynaud menyebabkan kejang mendadak sementara dalam pembuluh darah dan arteri. Arteri menyempit dan menyulitkan aliran darah ke tangan dan jari. Gejalanya adalah ujung jari mati rasa, semburat kebiruan, serta tangan terasa dingin.

Sebanyak 5 hingga 10 persen orang dari populasi mengalami kondisi ini. Sindrom Raynaud lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria dan memburuk dalam cuaca dingin. Bisa juga disebabkan karena stres. Perubahan suhu mendadak, misalnya memegang es batu, dapat meyebabkan sindrom Raynaud. Pakailah sarung tangan jika pergi ke luar rumah dalam cuaca dingin, karena dingin merupakan salah satu pemicu utama sindrom Raynaud. Suhu di bawah 15 derajat Celcius sudah menjadi masalah bagi penderita sindrom Raynaud.

Sangat penting untuk tidak mengabaikan gejala ini, karena serangan sindrom Raynaud dari waktu ke waktu dapat membatasi sirkulasi dan menyebabkan kerusakan jaringan.

Cara terbaik untuk mencegahnya adalah mengubah gaya hidup untuk menjaga sirkulasi darah tetap sehat. Merokok dan kafein dapat menyempitkan pembuluh darah. Berhentilah merokok dan kurangi kopi, teh, dan cola. Perbanyak latihan aerobik untuk meningkatkan denyut jantung dan membuat darah tetap terpompa.