Sunday, December 23, 2012

Makanan untuk Lelaki yang Ingin Punya Anak

Selain paparan zat kimia, buruknya kualitas nutrisi merupakan salah satu penyebab utama ketidaksuburan bagi pria. Jika sedang berupaya keras mendapatkan keturunan dan membuat istri Anda hamil, ada baiknya Anda mulai memperhatikan dengan serius pola diet setiap hari. 

Berikut ini adalah nutrisi beserta daftar makanan yang direkomendasikan para ahli gizi bagi seorang lelaki yang berencana memiliki keturunan.

- Vitamin A

Kekurangan vitamin A menyebabkan kurangnya jumlah sperma dan memungkinkan sperma terbentuk dengan tidak sempurna.

Sumber: buah-buahan kuning dan oranye (seperti pepaya dan mangga) dan sayur-sayuran (seperti wortel dan labu), susu dan produk susu, sayuran hijau, dan telur.

- Vitamin C

Vitamin C mengurangi terjadinya sperma menggumpal dan meningkatkan tingkat kegesitannya. Ini juga merupakan antioksidan yang melindungi sperma dari racun, seperti timah dan nikotin.

Sumber: jenis jeruk asam ataupun manis, nanas, kiwi, stroberi, anggur, tomat, jenis kentang, kacang-kacangan, serta brokoli.

- Vitamin E

Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat meningkatkan ketangguhan sperma memasuki sel telur. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gagalnya jaringan testis bergenerasi. Karena vitamin E mengandung antikoagulan (zat yang mencegah penggumpalan darah), mereka yang mengonsumsi obat-obatan penipis darah sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter.

Sumber: biji padi-padian, gandum, biji bunga matahari, kacang, sayuran hijau, dan alpukat.

- Selenium

Selenium penting bagi pembentukan sperma yang normal dan diperlukan untuk memperlancar fungsi alat reproduksi pria.

Sumber: gandum, kacang brasil, biji padi-padian, ikan tuna, daging sapi, dan ayam

- Zinc

Zinc merupakan bahan mineral penting bagi kesehatan organ pria. Zinc dapat membantu meningkatkan produksi sperma, pertumbuhan testis, dan metabolisme tertosteron. Zinc terbuang pada saat ejakulasi. Karena itu, zinc harus terus tergantikan. Kurangi minuman beralkohol yang dapat mengurangi penyerapan zinc ke tubuh dan meningkatkan jumlah zinc yang terbuang melalui air kencing.

Sumber: kerang, ayam, daging, biji-bijian, kacang, biji padi-padian, dan sereal kaya vitamin.

- Asam Folat


Zat ini membantu menyehatkan sperma dan meningkatkan kegesitannya. Bersama vitamin B12, zat ini akan membantu pembentukan kode genetik.

Sumber: jus jeruk, sayuran daun hijau gelap, sereal kaya vitamin, biji-bijian, dan kacang polong.

- Kalsium


Kalsium melindungi tubuh dari efek-efek bahaya yang dapat merusak fungsi sperma.

Sumber: produk berbahan dasar susu rendah lemak, seperti susu, keju, yogurt, ikan dengan tulang yang dapat dimakan seperti ikan bilis dan sarden, roti yang mengandung kalsium, susu kedelai, dan tahu.

- Go Green

Selain nasi, daging juga merupakan makanan pokok bagi warga Indonesia. Namun, ketika matang, daging mengandung karsinogenik, yaitu bahan yang menyebabkan kanker. Karena itu, cobalah menjadi vegetarian selama 1 atau 2 hari dalam seminggu. Gantikan daging dengan makanan lain yang mengandung protein tinggi seperti makanan dari kacang kedelai, yang mempunyai phyto-oestrogen baik, kacang-kacangan, yang juga kaya serat zinc dan zat besi.

Thursday, December 20, 2012

4 Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Kebanyakan orang menganggap penyebab serangan jantung biasanya adalah karena makanan dan kurang olahraga. Namun tahukah anda bahwa ada penyebab lain yang justru sering dilupakan orang? Mencegah tetap lebih baik daripada mengobati, akan jauh lebih baik jika kita mengetahui penyebab lain serangan jantung lebih dini. Berikut ini adalah 4 hal yang dapat menyebabkan serangan jantung.

1. Jalan macet


penyebab serangan jantung
Para ilmuwan menemukan bahwa orang yang terjebak di jalanan macet memiliki risiko 3,2 kali lebih tinggi terkena serangan jantung.
Oleh karena itu dianjurkan untuk menghindari jalanan macet sebisa mungkin. Selain itu usahkan menutup jendela jika berada di jalan raya atau menggunakan masker saat mengendarai motor untuk mengurangi paparan terhadap polusi knalpot.

2. Makanan kaleng

penyebab serangan jantung
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE menunjukkan bahwa rata-rata makanan kaleng ditemukan suatu senyawa kimia berbahaya, yaitu A (BPA). BPA sendiri merupakan senyawa yang dapat menimbulkan aritmia jantung (detak jantung abnormal), bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak. Untuk itu disarankan untuk membatasi konsumsi makanan kaleng dan lebih memilih makanan segar.

3. Sabun anti-bakteri

penyebab serangan jantung
Para ilmuwan menemukan kandungan triclosan di dalam sabun antibakteri dan pasta gigi. Triclosan ini diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh, salah satunya meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Zat kimia anti lengket

penyebab serangan jantung
Alat memasak anti lengket memang menjadi favorit para ibu di rumah. Namun penelitian terbaru menunjukkan ditemukannya kandungan asam perfluorooctanoic (PFOA) pada zat anti lengket. Asam ini apabila masuk ke dalam tubuh dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Penelitian ini dipublikasikan pada September 2012 oleh Archives of Internal Medicine.

Penyebab serangan jantung memang ada banyak. Namun 4 hal di atas yang sering diabaikan bahkan jarang diketahui banyak orang. Untuk itu segera lakukan pencegahan serangan jantung sedini mungkin.

4 Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Kebanyakan orang menganggap penyebab serangan jantung biasanya adalah karena makanan dan kurang olahraga. Namun tahukah anda bahwa ada penyebab lain yang justru sering dilupakan orang? Mencegah tetap lebih baik daripada mengobati, akan jauh lebih baik jika kita mengetahui penyebab lain serangan jantung lebih dini. Berikut ini adalah 4 hal yang dapat menyebabkan serangan jantung.

1. Jalan macet


penyebab serangan jantung
Para ilmuwan menemukan bahwa orang yang terjebak di jalanan macet memiliki risiko 3,2 kali lebih tinggi terkena serangan jantung.
Oleh karena itu dianjurkan untuk menghindari jalanan macet sebisa mungkin. Selain itu usahkan menutup jendela jika berada di jalan raya atau menggunakan masker saat mengendarai motor untuk mengurangi paparan terhadap polusi knalpot.

2. Makanan kaleng

penyebab serangan jantung
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE menunjukkan bahwa rata-rata makanan kaleng ditemukan suatu senyawa kimia berbahaya, yaitu A (BPA). BPA sendiri merupakan senyawa yang dapat menimbulkan aritmia jantung (detak jantung abnormal), bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak. Untuk itu disarankan untuk membatasi konsumsi makanan kaleng dan lebih memilih makanan segar.

3. Sabun anti-bakteri

penyebab serangan jantung
Para ilmuwan menemukan kandungan triclosan di dalam sabun antibakteri dan pasta gigi. Triclosan ini diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh, salah satunya meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Zat kimia anti lengket

penyebab serangan jantung
Alat memasak anti lengket memang menjadi favorit para ibu di rumah. Namun penelitian terbaru menunjukkan ditemukannya kandungan asam perfluorooctanoic (PFOA) pada zat anti lengket. Asam ini apabila masuk ke dalam tubuh dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Penelitian ini dipublikasikan pada September 2012 oleh Archives of Internal Medicine.

Penyebab serangan jantung memang ada banyak. Namun 4 hal di atas yang sering diabaikan bahkan jarang diketahui banyak orang. Untuk itu segera lakukan pencegahan serangan jantung sedini mungkin.

Tuesday, December 18, 2012

Mengenal Lebih Jauh Skoliosis



SKOLIOSIS merupakan pembengkokan tulang belakang (vertebrae) ke arah samping yang merupakan suatu kelainan (deformitas) dari tulang belakang itu sendiri. Sebanyak 75-85% kasus skoliosis merupakan idiopatik, yaitu kelainan yang tidak diketahui penyebabnya.

Sedangkan 15-25% kasus skoliosis lainnya merupakan efek samping yang diakibatkan karena menderita kelainan tertentu, seperti distrofi otot, spina bifida, cerebral palsy, spinal muscular atrophy, trauma atau penyakit lainnya. Berbagai kelainan tersebut menyebabkan otot atau saraf di sekitar tulang belakang tidak berfungsi sempurna dan menyebabkan bentuk tulang belakang menjadi melengkung.

Pada umumnya skoliosis dibagi atas dua kategori di antaranya adalah Skoliosis Struktural dan Non Struktural. Skoliosis struktural adalah tipe skoliosis yang bersifat irreversibel (tidak dapat dikembalikan ke bentuk semula) dan dengan perputaran (rotasi) dari tulang belakang, sedangkan skoliosis non struktural adalah Skoliosis yang bersifat reversibel (dapat dikembalikan ke bentuk semula) dan tanpa perputaran (rotasi) dari tulang belakang.




Tanda dan Gejala pada Anak dengan Skoliosis

Pada umumnya pasien dengan skoliosis awalnya tidak mengeluhkan adanya nyeri, namun lama kelamaan diiringi kelengkungan tulang belakang semakin membesar dapt menimbulkan rasa nyeri. Biasanya skoliosis baru disadari oleh orangtua ketika anak beranjak besar, yaitu terlihat keadaan bahu yang tidak sama tinggi, tonjolan skapula yang tidak sama, atau pinggul yang tidak sama. Pada keadaan ini, biasanya derajat pembengkokan kurva sudah lebih dari 30 derajat. Pada skoliosis yang berat dimana kelengkungan tulang belakang yang lebih besar dari 60 derajat bisa menyebabkan gangguan pernapasan.

Pada pemeriksaan fisik, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan untuk mencari tanda skoliosis, antara lain:

1. Anak diminta berdiri tegak, untuk melihat adanya asimetri bahu, leher, tulang iga, pinggul, skapula, menentukan plum line yaitu kesegarisan antara leher dan pinggul dan mencari adanya body arm distance yaitu jarak antar lengan dengan badan.

2. Anak kemudian diminta membungkuk, untuk melihat adanya rotasi (perputaran dari tulang punggung) dan derajat pembungkukan.

3. Selain itu perlu mengukur perbedaan panjang tungkai bawah (leg length discrepancy) dan mencari kelenturan sendi, sinus-sinus pada kulit, hairy patches dan palpable midline defects.



Penatalaksanaan Penderita Skoliosis?

Tujuan dilakukannya tatalaksana pada skoliosis meliputi 4 hal penting:

1. Mencegah progresifitas dan mempertahankan keseimbangan

2. Mempertahankan fungsi respirasi

3. Mengurangi nyeri dan memperbaiki status neurologis

4. Kosmetik

Jenis penatalaksanaan penderita dengan skoliosis disesuaikan dengan penyebab, onset terjadinya, umur penderita, besarnya kurva dan progresivitas skoliosis. Penatalaksaan pada penderita skoliosis meliputi non-operatif dan operatif. Penanganan non-operatif meliputi observasi, latihan otot punggung berupa olahraga seperti renang, perenggangan, fisioterapi, dan olahraga punggung. Tujuannya tak lain untuk menguatkan otot punggung. Tetapi hal itu hanya untuk pembengkokannya di bawah 20 derajat, orthosis/pemasangan pengangga untuk pembengkokan 20-40 derajat. Sedangkan tindakan operasi diindikasikan jika pembengkokan melebihi 40 derajat.



Observasi

Observasi merupakan suatu pemeriksaan yang teratur setiap 6 bulan untuk menilai progresivitas dari sudut sehingga dapat diputuskan tindakan yang akan dilakukan. Observasi dilakukan jika derajat skoliosis tidak begitu berat, yaitu di bawah 20 derajat pada tulang yang masih tumbuh atau di bawah 50 derajat pada tulang yang sudah berhenti pertumbuhannya. Rata-rata tulang berhenti tumbuh pada saat usia 19 tahun.

Pada pemantauan ini, dilakukan kontrol foto polos tulang punggung pada waktu-waktu tertentu. Pada umumnya foto kontrol pertama dilakukan 3 bulan setelah kunjungan pertama ke dokter, kemudian sekitar 6-9 bulan berikutnya pada penderita dengan kelengkungan di bawah 20 derajat dan 4-6 bulan pada penderita dengan kelengkungan diatas 20 derajat.



Orthosis

Orthosis dalam hal ini adalah pemakaian alat penyangga yang dikenal dengan nama brace. Indikasi pemakaian alat ini adalah ditemukannya derajat pembengkokan sekitar 20-40 derajat pada kunjungan pertama ke dokter atau terdapat progresifitas peningkatan derajat sebanyak 25 derajat. Jenis dari alat orthosis ini antara lain: Milwaukee, Boston, Charleston bending brace. Alat ini dapat memberikan hasil yang cukup signifikan jika digunakan secara teratur 22-23 jam dalam sehari hingga 2 tahun setelah menarche.



Operasi

Tidak semua skoliosis dilakukan operasi. Indikasi dilakukannya operasi pada skoliosis adalah:

* Terdapat progresifitas peningkatan derajat pembengkokan >40-45 derajat pada anak yang sedang tumbuh

* Terdapat kegagalan setelah dilakukan pemakaian alat orthosis

* Terdapat derajat pembengkokan >50 derajat pada orang dewasa

* Apabila terdapat deformitas yang memberikan gangguan

Bagaimanakah prognosis pada penderita skoliosis?

Prognosis tergantung kepada penyebab, lokasi dan beratnya kelengkungan. Semakin besar kelengkungan skoliosis, semakin tinggi risiko terjadinya progresivitas sesudah masa pertumbuhan anak berlalu. Skoliosis ringan yang hanya diatasi dengan brace memiliki prognosis yang baik dan cenderung tidak menimbulkan masalah jangka panjang selain kemungkinan timbulnya sakit punggung pada saat usia penderita semakin bertambah. Penderita skoliosis idiopatik yang menjalani pembedahan juga memiliki prognosis yang baik dan bisa hidup secara aktif dan sehat.

Bayi yang menderita skoliosis kongenital memiliki sejumlah kelainan bentuk yang mendasarinya, sehingga penanganannya pun tidak mudah dan perlu dilakukan beberapa kali pembedahan.

Sunday, December 16, 2012

Efek Samping dan Bahaya Lensa Kontak Pada Mata


Efek samping dan bahaya lensa kontak pada mata

Lensa kontak, lensa kontak dan kaca mata biasa mempunyai fungsi yang sama, keduanya merupakan alat bantu penglihatan, hanya saja cara penggunaannya yang berbeda. penggunaan kaca mata saya rasa anda semua sudah tahu, yaitu tinggal menggatungkan saja di kedua telinga. berbeda dengan lensa kontak, lensa kontak penggunaanya ditempel secara langsung di kornea mata penggunanya.

Ada dua jenis lensa kontak, yaitu hard contact lens dan soft contact lens atau yang biasa dikenal dengan soft lens. sedikit cerita tentang soft lens dan hard lens :

Pada awalnya, lensa kontak memang dibuat dari bahan yang rigid/kaku, yang setelah muncul adanya softlens, maka lensa kontak tersebut sering disebut dengan hard contact lens. Kaca lah material yang dipakai sebagai bahan lensa kontak pada saat awal diperkenalkan, sekitar tahun 1887. Baru pada sekitar tahun 1936, plastik mulai diperkenalkan sebagai bahan pembuatan lensa kontak. Namun hanya bagian pinggir lensa kontak yang menggunakan plastik, sedangkan pada bagian zona optiknya (tengah) masih menggunakan kaca.

Pengaplikasian bahan plastik untuk seluruh bagian lensa kontak baru dimulai pada tahun 1946. Plastik jenis PMMA adalah yang paling sering dipakai.

bahaya lensa kontak

Eksperimen pembuatan soft contact lens baru dilakukan pada akhir – akhir tahun 1950 dengan menggunakan hydroxyethyl methacrylate (HEMA), yaitu sejenis bahan polymer yang dapat mengandung air, yang dibuat oleh Dr. Drahoslav Lim. Bahan ini terus dikembangkan dan masih digunakan sebagai bahan softlens hingga masa sekarang ini.

Softlens, tidak lah berposisi sebagai pengganti hard contact lens, tapi hanya merupakan pelengkap keberadaan lensa kontak. Terbukti hingga saat ini, lensa kontak berbahan rigid/kaku masih tetap dibuat, bahkan terus dikembangkan, sebab ada beberapa keunggulan fungsi yang tidak dapat tergantikan oleh lensa kontak lunak/softlens. Salah satunya adalah kemampuan dalam membentuk ulang (reforming) kontur permukaan kornea, sehingga dipakai dalam proses orthokeratology untuk mengatasi myopia ringan. Lensa kontak kaku juga dapat mengeliminasi efek dari tidak ratanya kontur kelengkungan kornea, misalnya pada kasus astigmatisme irregular yang disebabkan oleh kontur lengkung kornea yang tidak beraturan. Kedua hal tersebut sampai saat ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan softlens. seiring dengan perkembangan jaman lensa kontak yang dulunya bertujuan sebagai alat bantu penglihatan,

seperti yang telah tertulis di atas, lensa kontak selain sebagai alat bantu penglihatan juga mempunyai kemampuan dalam membentuk ulang (reforming) kontur permukaan kornea. tapi anda harus tetap hati hati dalam menggunakan lensa kontak. adalah hal yang wajar jika suatu kegiatan ada resiko yang baik dan juga resiko yang buruk. begitu juga dengan penggunaan lensa mata. anda pun juga harus  hati-hati dengan resiko  penggunaan lensa kontak, seperti mara merah, iritasi, masukknya benda asing pada bola mata, dan lain lain.
sangat dianjurkan bagi anda pengguna lensa kontak untuk selalu menjaga kebersihan, karena jika tidak dapat mengakibatkan masalah mata yang cukup serius seperti mata kering, penglihatan menjadi kabur, gatal hingga kebutaan.

Konsekuensi dari kurang memperhatikan kebersihan lensa kontak memang sangat fatal bagi kondisi mata. Banyak orang yang tidak cuci tangan sebelum memakaikan lensa kontak pada mata. Hal ini bisa memicu terjadinya iritasi yang jika dibiarkan bisa menjadi infeksi parah.

Menurut Dr. H. Dwight Cavanagh, seorang profesor ahli mata dari Southwestern Medical Center, Amerika Serikat dalam tulisannya “Eye and Contact Lens” pada 2003, mengungkapkan sebanyak 2.500 pengguna lensa kontak mengalami “corneal ulcers”. Hal itu terjadi pada pengguna yang menggunakan lensa kontak setiap hari.

Corneal ulcer yaitu kondisi dimana terdapat luka terbuka pada kornea. Hal ini sering disebabkan oleh infeksi dan luka kecil atau goresan yang bisa terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang kurang hati-hati.
Gejala yang timbul biasanya produksi air mata yang meningkat, sensitif terhadap cahaya, pandangan menjadi kabur, gatal dan nyeri. Jika gejala tersebut dibiarkan dan tidak dilakukan perawatan intensif bisa memicu terjadinya kebutaan.

Artikel ini dibuat bukan untuk membuat anda takut menggunakan lensa kontak, tapi bertujuan agar anda para pengguna lensa kontak agar lebih berhati hati dan lebih menjaga kebersihan

Wednesday, December 12, 2012

Syaraf Terjepit (Pinched Nerve)


Gejala-Gejala Dari Syaraf Terjepit

Gejala-gejala dari syaraf terjepit tergantung pada syaraf mana yang terpengaruh. Setiap syaraf bertanggung jawab untuk pengiriman informasi ke atau dari bagian-bagian spesifik tubuh.
Gejala-gejala yang paling umum dari syaraf terjepit adalah:
  • nyeri,
  • mati rasa,
  • kesemutan, atau
  • kelemahan otot sepanjang alur syaraf.
Sensasi syaraf terjepit mungkin dirasakan seperti, contohnya, sensasi ketika bagian dari tubuh anda telah "jatuh tidur". Syaraf terjepit dapat menyebabkan gejala-gejala pada tempat kerusakan, atau lokasi mana saja lebih jauh menuruni alur dari syaraf yang terpengaruh.
  • Syaraf terjepit pada leher dapat menyebabkan nyeri atau kekakuan leher, bersama dengan gejala-gejala menuruni lengan.
  • Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah menyebabkan nyeri dan kekakuan punggung dengan gejala-gejala menuruni tungkai. Dokter dapat seringkali mengidentifikasi syaraf mana yang terjept pada leher atau punggung bagian bawah berdasarkan pada bagian mana dari lengan atau tungkai pasien yang terpengaruh.
  • Syaraf terjepit pada pergelangan tangan dari carpal tunnel syndrome secara khas mempengaruhi ibu jari, jari telunjuk, dan jari-jari tangan tengah. Ia dapat juga menyebabkan kelemahan pada kekuatan menggenggam pasien, dan atrophy dari otot telapak tangan dekat ibu jari. Syaraf terjepit pada siku dari cubital tunnel syndrome mempengaruhi lengan bawah, jari tangan keempat, dan jari-jari tangan kecil.

Mendiagnosa Syaraf Terjepit

Dokter akan mulai dengan menanyakan pasien berbagai pertanyaan-pertanyaan tentang nyeri, mati rasa, kesemutan, kelemahan, dan gejala-gejala lainnya. Pasien mungkin juga ditanya tentang kondisi-kondisi medis lain, sejarah pekerjaan, dan sejarah medis keluarga. Informasi ini dapat seringkali membantu dalam mengidentifikasi syaraf(-syaraf) yang terpengaruh.
Dokter akan kemudian memeriksa bagian tubuh yang terlibat. Ini mungkin termasuk pengujian kekuatan, sensasi, dan otot pasien pada otot-otot yang spesifik. Tergantung pada hasil-hasil dari sejarah medis dan pemeriksaan fisik, pasien mungkin perlu tes-tes tambahan.
Jika dokter mencurigai pasien mempunyai syaraf terjepit (kompresi dari syaraf-syaraf) pada leher atau punggung bagian bawah, X-rays mungkin perlu untuk menilai kemungkinan luka pada spine atau arthritis dari spine. Tergantung pada keparahan dan durasi dari gejala-gejala pasien, ia mungkin juga perlu CT scan atau MRI scan. Studi-studi pencitraan ini menyediakan informasi tambahan tentang syaraf terjepit yang tidak terlihat pada X-rays yang reguler, dan dapat menyediakan informasi tambahan dalam persiapan untuk intervensi operasi jika diperluakn.
Dokter mungkin juga merekomendasikan tes-tes spesifik untuk syaraf yang terpengaruh termasuk studi konduksi syaraf atau electromyography (EMG). Pada studi konduksi syaraf, tes menstimulasi syaraf-syaraf dengan impuls elektrik yang ringan dan mengukur kecepatan dari impuls yang berjalan dalam syaraf. Pada EMG, jarum kecil ditempatkan kedalam otot sementara pasien mengkontraksi otot untuk mengukur aktvitas elektrik dari otot-otot.

Sunday, December 9, 2012

Program "Edukasi Kesehatan"

Lokasi : PT. Trakindo 

Lokasi : PT. Telkomsel

Lokasi : PT. Brantas

Lokasi : Kampus UIN Makassar

Lokasi : PT. Waskitakarya

Lokasi : TK Kharisma

Lokasi : STIMIK Dipanegara

Lokasi : PT. Bakrie Esia

Lokasi : PT. Indosat

Lokasi : PT. Perumnas

Lokasi : STIE Nobel

Lokasi : Komunitas Wiradatama

Lokasi : Restoran Djuku

Lokasi : STIE LPI

Lokasi : AKPER Sandhikarsa

Lokasi : Dharmawanita Kota Makassar

Lokasi : PT. Indosat

Lokasi : Bank Danamon

Lokasi : Dinas Pariwisata

Lokasi : Prudential Makassar

Lokasi : Kampus UIN Makassar

Lokasi : Pengadilan Tinggi Agama Makassar

Lokasi : Bank International Indonesia